DPRP dan Polda Papua Barat Ambil Langkah Pemulangan Pengusi Moskona Utara 

IMG 20260311 WA0017
Pertemuan Pimpinan DPRP dan Kapolda Papua Barat di Kantor DPRP Papua Barat, Selasa (10/3/2026). Foto/ Ist

Koreri.com, Manokwari– Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) bersama Polda Papua Barat memberikan atensi khusus terhadap kondisi masyarakat Moskona Utara yang saat berada dalam pengungsian di Bintuni.

Pimpinan kedua lembaga ini sepakat untuk mengambil langkah-langkah komprehensif demi kepulangan masyarakat Moskona Utara ke kampung halaman.

Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos, S.H.,M.H kepada wartawan usai menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar DPRP Papua Barat, Selasa (10/3/2026), mengatakan pihaknya sedang membangun komunikasi untuk hal penting ini.

Pria yang akrab disapa Sase itu mengungkapkan, diskusi antar dua lembaga terkait pengungsi asal Moskona Utara terjadi saat kunjungan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Alfred Papare ke kantor Sekretariat DPRP Papua Barat, Selasa siang.

“Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah nasib masyarakat Moskona Utara yang hingga kini masih mengungsi di Bintuni,” ujar Sase.

Legislator muda asal partai NasDem itu menegaskan, rencana pemulangan masyarakat Moskona Utara yang didiskusikan bersama Kapolda merupakan bentuk tanggung jawab lembaganya.

“Kami sangat berharap dukungan dari Bapak Kapolda agar masyarakat bisa kembali. Dari hasil diskusi, Bapak Kapolda mengaku siap mendukung,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi pimpinan DPRP, Sase menyebut, Kapolda Papua Barat telah merespon dengan menginstruksikan jajaran Direktorat Intelijen dan Keamanan untuk segera bergerak melakukan pemetaan di lapangan.

“Kami sudah menyampaikan kepada Bapak Kapolda bahwa secara lembaga kami siap mendukung apa yang menjadi kebutuhan pihak Polda Papua Barat dalam upaya pemulihan kondisi di Moskona Utara,” ujarnya.

Selain isu Moskona Utara, dalam pertemuan tersebut, Pimpinan DPRP juga menyoroti masalah sosial di Provinsi Papua Barat. Termasuk, mendorong kepolisian untuk memperketat penertiban peredaran minuman keras (miras), khususnya di Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil.

KENN