Koreri.com, Jayapura – PT PLN (Persero) resmi meluncurkan program ‘Desa Siaga Bencana’ di Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura, Papua sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Kehadiran program ini sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan geografis wilayah yang diapit pesisir dan tebing, sekaligus membangun budaya sadar bencana dan berkelanjutan bagi warga setempat.
Program ini melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Jayapura sebagai sasaran utama dalam pelatihan intensif yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Hamadi, 5 – 6 Mei 2026.
Selain pembekalan keterampilan manajemen risiko dan pertolongan pertama, PLN juga menyalurkan perlengkapan darurat seperti life jacket, APAR, rambu jalur evakuasi, rambu tanda bahaya, hingga tandu evakuasi untuk memperkuat kesiapsiagaan warga.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada pengetahuan mereka dalam menghadapi situasi darurat.
“Kelurahan Hamadi salah satu wilayah yang rentan terhadap berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah kita sendiri. Oleh karena itu saya berpesan agar bantuan ini dikelola, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuannya demi kepentingan bersama. Tolong dijaga dan dimanfaatkan fasilitas serta ilmu yang diberikan ini sebagai modal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh dari berbagai ancaman bencana,” papar Abisai.

Melalui kolaborasi ini, puluhan anggota komunitas kini dibekali kemampuan spesifik dalam memitigasi risiko kebakaran di wilayah pesisir.
“Kami sangat senang dengan adanya program ini. Semoga ke depannya kami bisa terus berbagi ilmu, terutama kepada anak-anak, agar kita semua tidak mudah terpengaruh isu dan tahu persis apa yang harus diperbuat di tengah situasi darurat,” ujar Beatrix.

Sinergi ini terbukti membangun koordinasi efektif antara pemerintah, BPBD, dan warga, sehingga masyarakat lebih memahami langkah kesiapsiagaan untuk merespons bencana secara cepat melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
“PLN menyadari keberlanjutan layanan listrik sangat bergantung pada ketangguhan masyarakatnya, sehingga melalui kapasitas mandiri ini, kami ingin memastikan warga Hamadi mampu menekan risiko bencana sekecil mungkin agar kualitas hidup dan keamanan infrastruktur kelistrikan tetap terjaga secara beriringan,” ujar Roberth.

PLN optimis bahwa kesiapsiagaan kolektif yang terbangun akan menurunkan potensi korban jiwa serta kerugian materil akibat bencana di masa depan.
RLS






























