90 Lulusan OAP SMP se-PBD Ikut Pembekalan ADEM, Siap Lanjut ke Luar Papua

IMG 20260703 WA0022
Gubernur Elisa Kambu Foto Bersama Siswa-Siswi pada kegiatan Pembekalan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di Rylich Panorama Hotel Sorong, Jumat (3/7/2026)/Foto: Suzan

Koreri.com, Sorong – Sebanyak 90 siswa dan siswi (siswa/i) orang asli Papua (OAP) lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Papua Barat Daya (PBD) mengikuti kegiatan pembekalan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di Rylich Panorama Hotel Sorong, Jumat (3/7/2026).

Pembekalan diberikan sebelum siswa/i tersebut diberangkatkan ke daerah-daerah tujuan di luar Papua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Adapun 90 siswa/i tersebut berasal Kota Sorong sebanyak (16), Kabupaten Sorong (16), Raja Ampat (15), Kabupaten Sorong Selatan (15), Kabupaten Tambrauw dan Maybrat masing-masing (14) orang.

Kepala Dinas Pendidikan PBD, Adolof Kambuaya mengatakan ADEM merupakan program akselerasi peningkatan kualitas SDM di seluruh Tanah Papua yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk mempersiapkan generasi emas tahun 2045.

“Di Provinsi Papua Barat Daya, perekrutan kali ini merupakan yang keempat dan telah dilakukan sejak 2023,” ungkapnya.

IMG 20260703 WA00231Dijelaskan Kambuaya, proses seleksi penilaian bagi siswa/i yang dinyatakan lulus didasarkan pada nilai rapor yang diinput melalui aplikasi.

Kemudian hasil tersebut dikirim ke Kementerian Pendidikan untuk mendapatkan persetujuan, selanjutnya akan dimasukkan ke SMA-SMA terbaik di Jawa Tengah, Bali, Banten dan Yogyakarta.

“Perlu saya tegaskan bahwa program ADEM dibiayai dari Kementerian Pendidikan melalui dana APBN bukan dari dana Otonomi Khusus,” bebernya.

Kambuaya menegaskan bahwa Dinas Pendidikan PBD hanya berfungsi sebagai fasilitator.

“Jadi yang menentukan lulus dan tidaknya anak-anak adalah berdasarkan nilai rapor mereka masing-masing. Itu murni dari nilai rapor mereka,” tegasnya.

IMG 20260703 WA0025Diharapkan pembelajaran siswa/i asal PBD nantinya di luar Papua dengan belajar pada SMA-SMA terbaik akan ada perubahan pada pola pikir dan karakter SDM OAP yang lebih maju, pintar dan berkarakter sehingga dapat bersaing dengan siswa/i di luar Papua.

“Tujuannya ketika mereka mengikuti seleksi tes masuk universitas atau perguruan tinggi, mereka akan dapat diterima di universitas terbaik di pulau Jawa seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), maupun perguruan tinggi unggulan lainnya di Pulau Jawa dan Bali,” tukasnya.

Gubernur Elisa Kambu yang hadir dan membuka kegiatan pembekalan menyambut positif dan sangat mendukung program ADEM dari Kementerian Pendidikan.

Gubernur menyampaikan Pemprov PBD berterima kasih karena sudah dibantu kebijakaan Pemerintah pusat.

“Ini momentum yang sangat baik sekali. Ada anak-anak Papua yang bisa berkesempatan belajar di luar Papua yang membuat mereka bisa berinteraksi dengan saudara-saudara mereka di luar Papua. Dalam kurun waktu 3 tahun, saya rasa itu sudah cukup untuk mereka berinteraksi, membangun, dan bisa untuk pembentukan karakter mereka juga selama belajar dan tinggal di luar daerah,” sambungnya.

Sedangkan dari sisi pengetahuan, selain pusat informasi dan akses internet yang lebih dekat karena kemudahan jaringan internet yang ada di ruang-ruang terbuka itu akan menambah pengetahuan bagi mereka.

“Berdasarkan pengalaman beberapa waktu yang lalu, anak-anak kita yang dari sana, biasanya untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, peluangnya besar sekali mereka bisa lolos dan ini akan selalu kita dukung,” imbuhnya.

Gubernur juga tak lupa mengingatkan agar selama tinggal di daerah lain, para siswa/i selalu ingat Tuhan dalam doa selama menempuh pendidikan, dapat belajar menjaga diri sendiri dan sikap sehingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, berprestasi dan sukses. Juga mampu menjaga nama baik provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.

ZAN