Koreri.com, Biak – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar membuka Konferensi I Analisis Papua Strategis dengan tema “Papua Development Strategi” yang digelar di Swiss-Belhotel Cendrawasih Biak, Kamis (28/4/2022).
Forum ini diharapkan akan memberikan kontribusi penting bagi pemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Wamenlu sebagai pembina Analisis Papua Strategis mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan untuk sama-sama memajukan pembangunan, keadilan dan kesejahteraan di provinsi paling timur Indonesia itu.
Ia menilai bahwa semua yang hadir dalam konferensi ini merupakan orang-orang yang memiliki hati bagi Papua.
“Sebagian dari kita mau datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari luar negeri. Ini merupakan bukti kecintaan dan komitmen untuk memberikan pemikiran dan kontruibusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan Papua,” nilainya.
Wamenlu meminta semua pihak untuk tak berhenti pada urusan gagasan dan memberikan kritik membangun bagi Papua, melainkan harus dilanjutkan dalam upaya-upaya nyata.
Mahendra juga meminta agar semua kekuatan sumber daya yang ada ditempatkan pada hal semestinya agar tujuan yang hendak dicapai dapat berjalan dengan baik.
“Berikan yang terbaik bagi Papua. Silakan mendalami, melakukan analisis, mengkaji, mengurai, tapi dengan semangat untuk memperbaiki, memperkuat, menyempurnakan melalui langkah-langkah strategis,” jelasnya.
Mahendra juga menyebut bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dan tidak perlu saling menunjuk.
“Berangkatlah dari hati nurani untuk benar-benar memberikan yang terbaik bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” tandasnya.
Setelah menyampaikan sambutan singkat, Wamenlu kemudian membuka konferensi yang ditandai dengan panabuhan tifa.
Sebelumnya, Laus Deo Calvin Rumayom, Ketua Umum Analisis Papua Strategis dan Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Cenderawasih, Jayapura Papua, Sabtu (23/4/2022) mengungkapkan alasan APS menyoroti Papua Development Strategy.
“Kami menyoroti itu, karena pembangunan di Papua butuh strategi, untuk memberikan kekuatan dalam implementasi percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua. Untuk itu, APS menggabungkan Otsus dan Inpres menjadi dua engine sejak UU Otsus ditetapkan sehingga untuk memastikan perubahan – perubahan yang terjadi di Papua,” terangnya.
Hadir dalam konferensi ini baik secara luring maupun daring, antara lain Staf Khusus Kementerian ATR/BPN M. Tengku Adli Abdullah, Staf Khusus Kementerian Perhubungan Mayjen Marsekal TNI (Purn) Buyung Lalana, Laksanama Madya TNI (Purn) Freddy Numberi, Deputi V Kantor Staf Presiden Theo Fransus Litay, dan Guru Besar Universitas Oregon Prof. Thomas K. Keyser, Ph.D. serta perwakilan Gubernur dari Provinsi Papua dan Papua Barat.
Analisis Papua Strategis sendiri merupakan sebuah komunitas yang terhimpun melalui APS WhatsApp Group dengan profesionalitas dan integritas yang tinggi diberbagai bidang, antara lain: akademisi, peneliti, diplomat, pemerintahan dan birokrat (Kantor Staf Presiden RI, Setwapres RI, Kementerian/Lembaga, DPR RI/DPRP, MRP, Gubernur/Bupati/Walikota), TNI/POLRI, pengusaha, NGO, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan pemuda, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
ZAN













