Pemprov Pastikan APBD Untuk Penuhi Kebutuhan Rakyat Papua

DPR P Paripuna APBD 2020 koreri
Wagub Klemen Tinal saat memberikan sambutan pada acara penutupan sidang Paripurna Penetapan Raperdasi APBD TA 2020 dan Raperdasi/Raperdasus Non APBD, Rabu (30/10/2019)

Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi selaku Eksekutif sependapat dengan DPR Papua selaku legislatif  bahwa APBD merupakan sarana untuk mewujudkan harapan seluruh rakyat di wilayah tersebut.

Dalam hal ini, dipergunakan sebesar-besarnya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Papua.

“Khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan sarana prasarana dasar dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya Orang Asli Papua,” ungkap Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dalam sambutannya pada acara penutupan sidang Paripurna Penetapan Raperdasi APBD Tahun Anggaran 2020 dan Raperdasi/Raperdasus Non APBD, Rabu (30/10/2019).

Pihaknya, lanjut dia, memahami apa yang menjadi perhatian dan keprihatinan Dewan terhadap peningkatan pendapatan daerah khususnya PAD.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua dan Dewan memiliki komitmen dan pandangan yang sama. Dimana salah satu wujud dari visi misi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang berkeadilan, yaitu kemandirian tercermin melalui meningkatnya kontribusi PAD dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah,” sambung Wagub.

Untuk itu, diperlukan optimalisasi dan inovasi sumber-sumber potensi pendapatan maupun pos PAD.

Diantaranya, melalui strategi intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi PAD yang tetap mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis, tepat sasaran, transparan dan akuntabel.

Wagub berjanji akan memastikan prioritas pembangunan daerah yang tercermin dalam postur APBD Tahun Anggaran 2020, dengan konsisten dan berorientasi pada peningkatan pembangunan manusia antara lain peningkatan akses dan kualitas pendidikan peserta program afirmasi anak asli Papua, peningkatan pelayanan kesehatan melalui KPS dan peningkatan pelayanan rumah sakit.

Kemudian, pengembangan ekonomi dan potensi unggulan daerah serta orientasi pemerataan dan keadilan dan kewilayahan.

Diantaranya, pengembangan pangan lokal, peningkatan produksi pertanian, peningkatan usaha kecil dan menengah serta peningkatan kualitas ketenagakerjaan.

“Sehingga manfaatnya diyakini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua khususnya Orang Asli Papua,” tukasnya.

VMT