Koreri.com, Oksibil – Kepolisian Resort (Polres) Pegunungan Bintang terlibat langsung membantu proses evakuasi 12 jenazah korban jatuhnya Heli MI-17 dari Pegunungan Mandala menuju Bandara Oksibil.
Kapolres setempat AKBP. Michael Mumbunan, SIK mengatakan pihaknya tetap siap bersinergi dengan TNI dalam proses evakuasi jenazah.
“Jadi, kalau ada kegiatan evakuasi seperti ini, kami dari Polres Pegunungan Bintang selalu siap membantu dalam setiap proses yang dilakukan oleh pihak TNI,” ungkapnya di Oksibil,Sabtu (15/2/2020).
Menurut Kapolres, proses evakuasi 12 jenazah korban Heli MI-17 di wilayah Pegunungan Mandala Kabupaten Pegubin menggunakan 2 unit Heli Bell Penerbad TNI-AD dan 1 unit Heli Bell milik PT. Intan Angkasa Timika di Bandara Oksibil.
Sebelumnya, dalam proses evakuasi tersebut, Danrem 172/PWY Kolonel Inf. J. Binsar Sianipar yang didampingi Kapolres AKBP Michael Mumbunan, SIK serta sejumlah pejabat TNI mengatakan bahwa mengingat cuaca pagi ini yang cukup cerah, Heli Bell milik PT. Intan Angkasa Timika diberangkatkan dahulu untuk menurunkan logistik dan disusul oleh 2 heli milik penerbad TNI-AD.
Persiapan evakuasi korban dari TKP menuju Bandara Oksibil di mulai pukul 06.00 Wit, dengan melakukan pengecekan, pemasangan jaring untuk pemberian logistik terhadap tim evakuasi serta untuk kepentingan proses evakuasi terhadap 12 jenazah korban.
“Hari ini cuaca cukup cerah jadi kami usahakan untuk menyelesaikan proses evakuasi Ke 12 Jenazah Korban Heli Mi- 17,” kata Danrem.
Selanjutnya pada pukul 07.20 Wit, Heli Bell jenis 212 Eagle milik PT. Intan Angkasa Timika membawa 4 jenazah dan diberi cairan desinfektan
Selanjutnya, pukul 07.50 Wit, 2 heli milik penerbad TNI AD dan Heli bell jenis 212 Eagle kembali diterbangkan untuk mengangkat 8 jenazah korban yang masih berada di TKP.
Tepat pukul 09.00 Wit, seluruh jenazah korban kecelakaan jatuhnya Heli MI-17 telah berhasil di evakuasi, dan seluruh jenazah langsung di terbangkan ke Jayapura menggunakan pesawat CN A-2302 milik TNI AD.
VDM




















