BIG Siap Bantu Persoalan Tapal Batas Kabupaten Teluk Bintuni

IMG 20211209 WA0003
Kepala Badan Informasi Geospacial Indonesia (BIG) Prof Dr Rer Nat Muhammad Aris Murfai,M.Sc menyampaikan materi dalam Musrenbang RPJMD periode 2021-2026 di Gedung Serba Guna Bintuni, Kamis (9/12/2021).(Foto : Istimewa)

Koreri.com,Bintuni– Berdasarkan Undang-undang nomor 4 tahun 2011 tentang geospasial yang merupakan informasi terkait tentang wilayah, lokasi plus, atau koordinat, tugasnya untuk menyediakan peta dasar di seluruh Indonesia yang digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya seperti tata ruang.

“Geospasial, adalah Badan Informasi,  lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial”.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Informasi Geospacial Indonesia (BIG) Prof Dr Rer Nat Muhammad Aris Murfai,M.Sc dihari kedua kegiatan Musrembang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Teluk Bintuni Periode 2021-2026 di Gedung serba guna (GSG) Jalan raya Kali Kodok Bintuni, Kamis (9/12/2021).

Dikatakan Aris Murfai, selain yang berkaitan dengan tata ruang, ada pula deliniasi batas, seperti contoh bila masih adanya permasalahan yang terjadi tentang batas desa atau kelurahan, Daerah, Provinsi bahkan batas Negera, itu semua nanti yang bertugas untuk penyelesaiannya adalah dari BIG.

“Jadi nanti bapak ibu sekalian, kalau belum selesai dengan tapal batas desa, itu nanti kami yang bertugas untuk membantu bapak ibu sekalian” bebernya.

Jadi tugas kami adalah menyusun yang berkaitan dengan regulasi bagaimana membuat peta yang benar, kemudian membantu Pemda, kementerian, atau lembaga, tentang bagaimana membuat peta tematik yang benar.

“Seperti peta batas, peta administrasi nanti kita yang bantu” tuturnya.

Lanjut Aris Murfai, dan tugas kami yang berikutnya yaitu melakukan penyusunan peta dengan pembinaannya, dan tugas BIG dalam dua tahun terakhir ini akan mencari skema bagaimana 1 : 5000 seluruh Indonesia dapat selesai. Jika ini udah selesai maka untuk perencanaan pembangunan daerah di wilayah kawasan industri seperti Teluk Bintuni ini nanti bisa dengan basis peta kita. karena tidak akan mungkin perencanaan tanpa peta.

“Untuk Teluk Bintuni, Papua kita harus bisa bekerja keras, untuk kita detail kan” tegasnya

Tambah Aris Murfai, perlu diketahui untuk peta itu sendiri memiliki referensi vertikal, sehingga kita menggunakan stasiun pasang surut, dan di seluruh Indonesia kami punya 206 stasiun, untuk di wilayah Papua yang paling dekat untuk Kabupaten Teluk Bintuni itu berada di Manokwari.

“Ia pun berharap kepada seluruh peserta musrembang RPJMD kali ini, perlu meningkatkan literasi geospasial, pemahaman kita terkait dengan data dan informasi geospasial merupakan bagian penting dalam berbagai proses perencanaan dalam pelaksanaan pembangunan, selain untuk FDTR, RT RW, juga untuk kawasan bencana, kawasan pemukiman, itu banyak hal membutuhkan informasi geospasial, jadi itu yang saya tekankan pada peserta” tutupnya.

KENN