Kegiatan Non Fisik: Satgas TMMD ke-113 Kodim Yawa Sosialisasi Pencegahan Stunting

WhatsApp Image 2022 05 14 at 19.07.27
Dandim 1709/Yawa, Letkol Inf. Catur Prasetyo Nugroho Sosialisasi Stunting di Kampung Poom 1, Distrik Poom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (14/5/2022) / Foto: Pendim 1709/Yawa

Koreri.com, Yapen – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-113 Kodim 1709/Yawa melaksanakan Baksos penyuluhan tentang Stunting, Posyandu dan Posbindu PTM TA 2022 dengan tema TMMD Dedikasi terbaik membangun Negeri dalam rangka kegiatan Non Fisik TMMD di Kampung Poom 1, Distrik Poom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu (14/5/2022).

Turut hadir Dandim 109/Yawa, Letkol inf. Catur Prasetyo Nugroho, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB, Maria Tanawani, Sekertaris Dinkes Kabupaten Kepulauan Yapen, dr. Andi Raya, Kadistrik Poom,Yonas heypon, Pasiter Kodim 1709/Yawa, Kapten Inf. Purba, Kepala Kampung Poom 1, Yusak Kapitarau serta masyarakat kampung Poom 1.

Komandn Kodim 1709/Yawa, Letkol inf. Catur Prasetyo Nugroho, mengatakan satgas TMMD ke-113 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulaua Yapen melaksanakan kegiatan tersebut berkaitan dengan program Pemerintah Pusat dan Daerah bahwa stunting Ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita perlu melaksanakan penyuluhan kesehatan  khususnya Ibu-ibu yang produktif, Ibu hamil dan untuk anak-anak agar tidak terjadi kekurangan gizi,” kata Dandim.

“Semoga kegiatan ini akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat, kami juga berterimakasih kepada Dinas Kesehatan karena atas kerjasamanya bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, harapan kami selanjutnya dengan adanya penyuluhan ini dapat bermanfaat kepada masyarakat khususnya Ibu-ibu di Kampung Poom,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Kepulauan Yapen, Maria Tanawani, mengatakan Sumber Daya Manusia terus dipantau untuk melihat perkembangannya serta kemajuan kampung dalam wilayah ini karena sangat menjanjikan.

“Itulah sebabnya kami dari Dinas Kesehatan dan juga Pemberdayaan Perempuan dan KB datang untuk memberikan pemahaman serta wawasan terhadap Bapak Ibu Saudara sekalian,” jelasnya.

“Agar kedepan tidak salah melangkah dalam menyiapkan keluarga yang berkualitas dan sehat, bapak ibu yang menjadi pasangan usia subur untuk memilih yang waktu yang terbaik dalam membangun keluarganya, sehingga dalam mewujudkan generasi yang berkualitas serta menjadi anak yang tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas” pungkas Maria Tanawani.

PDC-17