Kunker ke ITS, BTM Motivasi 15 Anak Papua Pembuat Kapal Fiber

WhatsApp Image 2022 06 10 at 11.49.18
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, DR. Benhur Tomi Mano (BTM), Saat Kunjungan kerja ke Departemen Teknik Perkapalan (DTP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (9/6/2022) / Foto: istimewa

Koreri.com, Surabaya – Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Benhur Tomi Mano (BTM)  memberikan motivasi kepada 15 anak Papua peserta pembuatan kapal fiber yang berasal dari 3 kabupaten di Papua, saat melakukan kunjungan kerja ke Departemen Teknik Perkapalan (DTP)  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (9/6/2022).

Benhur Tomi Mano mengatakan sebagai orang Papua, harus bangga dengan program ibu  Mentri Sosial.  Program ini sangat nyata dengan melihat potensi wilayah papua yang terdiri dari laut, danau dan sungai.

“Saudara-saudara yang dibina dan dilatih di sini setelah pulang bisa membantu ITS dan Uncen untuk menyiapkan anak-anak Papua yang lain, membuat kapal dalam mendukung transportasi lewat sungai laut dan danau,” kata Benhur Tomi Mano.

BTM mengungkapkan, program ini akan terus dilakukan dan mencetak anak-anak Papua yang hebat dan bisa membuat kapal. “Setelah kembali bisa juga melatih anak-anak Papua yang lain,” imbuhnya.

“Dengan kapal ini lanjut BTM, kita bisa memenuhi transportasi lebih cepat. Jadi, kita memperdayakan masyarakat Papua supaya  bisa menurunkan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Sementara, di tempat yang sama, Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS, Wasis Dwi Ariyawan mengatakan, Kementerian Sosial melalui ibu Menteri meminta ITS untuk membantu atau melatih teman-teman dari Papua untuk bisa membuat kapal.

“Jadi, mereka bukan hanya kita membangun teori bagaimana mendesain, membuat kapal, tetapi juga praktek langsung membuat kapal yang nantinya akan digunakan oleh mereka sendiri,” ujar Wasis.

Kata Wasis, produk ini akan menjadi kebanggaan teman-teman Papua yang dibuat, dioperasikan dan dirawat sendiri nantinya.

“Mudah-mudahan, program ini bisa berkelanjutan untuk membantu masyarakat Papua dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, untuk transportasi di Papua sungai dan laut yang cukup dominan sehingga akses ekonomi akan lebih baik.

Sementara itu,  salah satu peserta Workshop, dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Yohanis Aerbaba mengakui baru beberapa hari mengikuti pelatihan sudah ada perkembangan. “Kami dari tiga daerah di Papua setelah kembali akan melanjutkan pengetahuan yang sudah kami dapat di ITS,” ujarnya.

Dikatakanya, pembuatan kapal ini bisa kami lanjutkan di daerah kami masing-masing, seraya mengakui peralatan di Papua belum canggih untuk melakukan pekerjaan ini, sehingga kami mohon ibu Menteri Sosial dapat menolong kami dengan alat-alat dan juga material.

“Jadi, kami sangat membutuhkan material dan peralatan dengan cepat karena setelah kembali ke daerah masing-masing boleh kami bawa serta,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, dengan kehadiran pak BTM selaku Tenaga Ahli Menteri Sosial, tentu kami sangat bangga karena bapak sendiri hadir untuk melihat apa yang kami lakukan.

Sementara dosen Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih, Sutarmo menghaturkan terima kasih kepada pemuda-pemuda di Papua khususnya dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Asmat dan Mamberamo Raya.

“Tiga kabupaten yang merupakan daerah pesisir pantai dan sungai. Saya harap agar jangan hanya fokus kepada mereka dari tiga kabupaten ini saja tapi kalau bisa untuk kabupaten lain,” terangnya.

Seperti dari Kota Jayapura yang tidak ikut sertakan dalam kegiatan ini. Karena tanggung jawab kami dari pihak ketiga dalam hal ini Uncen,  bahwa kami yang nanti akan melatih mereka lagi.

“Jadi, 15 perwakilan dari tiga kabupaten ini nantinya akan membantu kami melati peserta lain di Papua. Untuk itu, mereka harus mengikuti petunjuk bagaimana memperhatikan campuran,” pesanya.

SAV