as




as

Kritik Pernyataan Bupati JT di Metro TV, Legislator Mamberamo Raya Beberkan Ini

Foto Istimewa

Koreri.com, Jayapura – Kinerja Bupati John Tabo dan wakilnya Evert Mudumi (JT – EM) selama 1 tahun pertama memimpin Kabupaten Mamberamo Raya dikritik tidak sesuai janji politik selama kampanye dan 100 hari kerja.

“Melihat dan mencermati perkembangan pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya sejak saudara John Tabo dilantik sebagai Bupati hingga saat ini saya menilai secara keseluruhan belum ada bukti konkret yang Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya laksanakan dalam hal pembangunan khusus dalam janji politik saat kampanye,” beber Legislator Mamberamo Raya Habel Iriory dalam pernyataannya, Selasa (13/9/2022).

Dia menegaskan pernyataan politik saat kampanye yang kemudian masuk 100 hari kerja hingga saat ini belum terllihat bukti nyata pembangunan.

“Saya atas nama pribadi dan anggota menolak tegas pernyataan Bupati John Tabo di Stasiun Metro TV tentang penerangan (listrik). Bahwa dalam kampanye politik saudara Jhon Tabo dan tertuang dalam 100 hari kerja bahwa Kabupaten Mamberamo lampu listrik menyala 24 jam tapi realita di lapangan tidak ada,” tegasnya.

Saat ini, masyarakat Mamberamo Raya tidak menggunakan listrik PLN yang menyala 24 jam dan hal itu bertentangan dengan pernyataan Bupati John Tabo di Metro TV.

Setelah mempelajari video dialog Bupati Mamberamo Raya di Metro TV terkait kesehatan, Habel Iriory juga menolak pernyataan itu.

“Saya menolak pernyataan itu sebab beberapa minggu yang lalu di daerah Distrik Mamberamo Hilir tepatnya Kampung Kapeso, Pustu Kapeso, ada seorang tenaga medis yang menginfus pasien menggunakan air kelapa. Jadi, kalau di Metro TV pak Bupati menyampaikan bahwa bidang kesehatan berjalan dan aman-aman tapi realita di lapangan, petugas kesehatan sementara menginfus pasien dengan air kelapa,” bebernya.

Habel Iriory juga menanggapi masalah pembangunan infrastruktur jalan dimana dalam dialog di Metro TV, Bupati JT menyampaikan sedang membangun jalan dari Mamberamo ke Sarmi.

“Realita lapangan tidak ada, tapi yang dibangun itu jalan Burmeso – Danau Bira. Ini pernyataan yang sangat berbeda kondisi kenyataan di lapangan. Sehingga saya menarik kesimpulan dari pandangan saya sebagai Anggota Komisi III DPRD Mamberamo Raya bahwa belum ada kemajuan yang signifikan,” cetusnya.

Padahal, kata Habel Iriory, DPRD telah memutuskan APBD Kabupaten Mamberamo Raya dalam hal pembangunan tapi belum ada konkrit nyata pembangunan dari keseluruhan anggaran yang telah Dewan tetapkan di tahun pertama kepemimpinan Bupati John Tabo dan Wakil Bupati Evert Mudumi.

Mengacu kepada anggaran itu, Dewan juga kesulitan hingga saat ini untuk memproteksi kinerja pemerintah setempat.

“Kami sangat bimbang sebab kami sudah memanggil beberapa OPD terkait kegiatan pembangunan dalam hearing-hearing komisi tetapi yang disampaikan OPD kepada kami belum memenuhi syarat dan ketentuan yang disampaikan oleh saudara Bupati John Tabo,” kembali bebernya.

“Saya mengkritisi kinerja saudara Bupati Mamberamo Raya, John Tabo, saya menjunjung tinggi pak Bupati John Tabo sebagai pembina politik di Mamberamo Raya  yang sangat pengalaman saat menjabat di Tolikara dan kami semua percaya bahwa bupati John Tabo pasti bawa perubahan di Mamberamo Raya. Tapi hingga saat ini, saya anggota DPRD Mamberamo Raya belum melihat sedikitpun perkembangan pembangunan yang signifikan dari penyataan politik Bupati saat kampanye yang kemudian tertuang dalam program 100 hari kerja, itu tidak ada,” kritik Politisi Partai NasDem Mamberamo Raya ini.

“Konkritnya  itu listrik, internet gratis tapi hingga saat ini nihil dan tidak ada hasil sama sekali. Kabupaten Mamberamo Raya jaringan internet padam 24 jam, kami kesulitan untuk saling komunikasi. Itu artinya, apa yang disampaikan Bupati John Tabo berbeda dengan kenyataan di lapangan,” sambung Habel Iriory.

Foto Screenshoot Dialog Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin (12/9/2022)

Begitu juga soal listrik, dimana waktu kampanye, JT – EM berjanji listrik menyala 24 jam. Sebagaimana dirinya mengikuti dialog di Metro TV dimana Bupati JT sampaikan motor pembangkit listrik dari Jepang sudah tiba di Mamberamo Raya tapi buktinya di lapangan belum menyala hingga saat ini.

“Saya tidak menerima pernyataan pak Bupati John Tabo kampanye di Metro TV karena siapa orang Jakarta yang tahu situasi Mamberamo Raya? Harusnya pak Bupati Mamberamo Raya dengan semboyan jujur, bebas, mandiri dan adil itu harus kampanye di Papua yang kemudian semua orang akan tahu bahwa bupati John Tabo itu hebat,” lanjutnya.

Habel Iriory pun menilai acara dialog di Metro TV hanyalah penghamburan uang.

“Tapi kalau dialog di Metro TV saya rasa itu penghamburan uang saja. Bupati bayar dialog di Metro TV mahal tapi kenyataan di lapangan tidak ada. Jalan dari pelabuhan Burmeso dan kantor DPRD serta kantor Bupati Mamberamo Raya semua lobang. Jadi saya mengkritisi dan merasa bahwa apa yang disampaikan oleh saudara Bupati dalam beberapa media massa itu tidak sesuai dengan kenyataan di Mamberamo Raya. Saya menggarisbawahi dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah,” tegasnya.

Habel Iriory tak menampik jika orang Mamberamo Raya kurang dalam segala hal.

“Makanya kami percaya kepada setiap orang yang diangkat saudara Bupati termasuk untuk datang menolong, membantu kami untuk memperbaiki taraf hidup kami baik di dunia pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan lainnya. Sehingga saya mengusulkan kepada saudara Bupati untuk menempatkan setiap orang yang berkualitas yang dapat mengelolah OPD untuk bertanggung jawab atas anggaran negara terhadap rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Mamberamo Raya John Tabo membeberkan fakta – fakta keberhasilan pembangunan selama setahun kinerja JT – EM memimpin Mamberamo Raya tepat 13 September 2022.

Sesuai visi dan misi Bupati John Tabo dan Wabup Evert Mudumi, itu pertama SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi rakyat, pemerintahan dan keamanan, lingkungan hidup, keagamaan dan sosial serta komunikasi dan perhubungan.

“8 poin ini kita jabarkan bagaimana SDM orang Mamberamo Raya kita kembalikan lebih baik dari hari kemarin dengan demikian program kerja selama 1 tahun ini sudah memulai dari bagaimana SDM ASN yang hampir 15 tahun berada di Kota Jayapura ibukota provinsi Papua dan tidak berkantor di ibukota Mamberamo raya,” kata Bupati John Tabo dalam program dialog Selamat Pagi Indonesia di Metro TV Jakarta, Senin (12/9/2022).

Setelah melihat kondisi ini kami mulai menertibkan SDM ASN yang handal untuk kembali bekerja di Mamberamo Raya.

“Dan Puji Tuhan kantor sudah dibenahi dan ASN kembali berkantor di ibukota Mamberamo Raya,” ungkapnya.

Terkait Malaria di Papua, Mamberamo Raya nomor 1 angka malaria tertinggi.

“Dan kami sudah pernah launching mengenai penanganan malaria bekerjasama dengan Yayasan WWDF dan penanganan malaria ini kita prioritas dan kepala dinas sudah turun ke puskesmas dan pustu se-Kabupaten Mamberamo Raya,” urainya.

Bupati JT juga menyinggung soal transportasi.

“Kami sudah punya catatan khusus untuk mengutamakan penanganan kesulitan seperti transportasi speed ambulans keliling tapi semua itu kita berbicara fiskal yang sangat minim karena kondisi geografis kita semua serba sungai. Untuk tantangan kesehatan lain juga sudah ditangani, kalau Covid-19 Mamberamo Raya tidak ada,” tandasnya.

Terkait pembangunan Infrastruktur, kata Bupati, pihaknya sudah membongkar jalan yang menghubungkan Sarmi – Jayapura dan beberapa wilayah lainnya.

“Kita sudah membuka jalan isolasi yang kita bongkar yang menghubungkan Sarmi – Jayapura kemudian jalan ke Waropen. Kemudian membuka akses jalan ke arah selatan, Puncak Jaya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Yalimo itu kita butuh dukungan pemerintah pusat untuk mendorong ini. Kita harus mempersiapkan infrastruktur dasar yang baik seperti jalan yang kita bangun hampir 10 kilometer menuju arah Jayapura – Sarmi,” tandasnya.

VER