Koreri.com, Manokwari – Polda Papua Barat melalui Direktorat Binmas menggelar focus group discusion (FGD) bersama Stake Holder Dan Tokoh Masyarakat Peduli Pendidikan Anak Papua.
FGD yang berlangsung di Kaimana Room Swissbell hotel Manokwari di pimpin Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga,S.H.,M.A. mengusung tema ” Pembinaan Anak Putus Sekolah dan Perlu Perhatian Lainnya Untuk Menjadi Generasi Muda Yang Sehat Dan Cerdas Di Provinsi Papua Barat”.
Mengjadirkan 5 orang narasumber masing-masing Akademisi sekaligus Dosen dari Universitas Papua Dr. Ir. Agus Sumule, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang,S.H.,M.A., Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dr Niko Tike, Kapok Sahli Kodam XIII Kasuari Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Kepala BNNP Brigjen Pol. Heru Istu Hariono.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kapolda Papua Barat dan diselenggarakan melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Papua Barat dan selalu Ketua Panita Dirbinmas Polda Papua Barat Kombes Pol. Bagijo Hadi Kurnijanto,S.I.K.
Dalam diskusi tersebut Akademisi sekaligus Dosen Universitas Papua Dr Agus Sumule mengatakan terdapat 68.988 anak- anak yang putus sekolah di Papua Barat.
Sementara itu Kapolda Papua Barat mengatakan angka 68.988 tergolong sangat besar dan harus menjadi perhatian penting.
Angka 68.988 menjadi bahan perhatian penting bagi kita semua menjadi pekerjaan besar untuk kita selesaikan.
Kapolda menegaskan bahwa masa depan Papua dan bangsa ini ditentukan oleh anak muda, sebaliknya jika keberadaan anak muda tidak diperhatikan maka tentu mereka hanya akan menjadi beban terutama bagi mereka yang putus sekolah.
Data yang disampaikan oleh akademisi merupakan angka yang cukup signifikan yang tentunya harus menjadi perhatian oleh semua pihak bukan hanya Polda Papua Barat dan Kodam XVIII Kasuari.
Dukungan dan peran pemerintah serta keterlibatan seperti LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sebagainya sangat penting agar permasalahan ini bisa terselesaikan.
“Ini menjadi pekerjaaan besar buat saya, kemarin kami sudah rapat dengan bagian pengawasan di kantor bersama BPKP, Inspektorat Provinsi untuk melaksanakan pengawasan nyata dan riil penggunaan anggaran sesuai apa yang direncanakan” tegas Kapolda.
KENN
























