as




as

KPU PBD Umumkan 12 Bakal Calon DPD-RI, Amirudin Tidak Lolos Syarat Dukungan?

Koreri.com, Sorong – Komisi Pemilihan Umum Papua Barat Daya (KPU PBD) mengumumkan 12 orang lolos tahapan penyerahan syarat dukungan minimal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) daerah pemilihan Provinsi PBD periode 2024-2029.

Pelaksana tugas KPU Papua Barat Daya, Fatmawati, membenarkan 12 nama yang lolos tahapan penyerahan syarat dukungan minimal calon anggota DPD-RI Dapil Papua Barat Daya yaitu, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos.,M.M. Sip, Hartono, Pdt Mamberob Yosephus Rumakiek, S.Si., M.Kesos, Hasby Suaeb, S.T., M.M, Shokib Naim, S.H, M.H, Amalut Boinauw, Paul Finsen Mayor, .S.IP, Muhdar Ikhsan Weul, Agil Saeni, S.Hut.,M.Si, Agustinus R Kambuaya, S.IP, Amus Atkana,S.H., S.Pt.,M.M dan Septinus Lobat, S.H.

Salah satu yang dinyatakan tidak lolos tahapan penyerahan dukungan minimal yaitu Dr H. Amirudin. Dia juga masuk dalam 4 orang yang diberikan warning oleh KPU Papua Barat Daya untuk menginput dokumen fisik selama 3 X 24 jam sejak tanda terima dan BA diterima.

Namun pihak KPU Papua Barat Daya belum menjelaskan secara detail alasan nama Dr H. Amirudin tidak lolos dalam tahapan penyerahan syarat dukungan minimal karena belum menginput dokumen fisik sesuai SE 1369 TAHUN 2023 tentang penyerahan dukungan minimal pemilihan DPD dalam bentuk Fisik hard copy dan digital (soft copy) dan SE No. 11 thn 2023 ttg pelaksanaan pencalonan anggota DPD. 5 bacalon membawa dokumen hardcopy (salinan fisik, red).

Sesuai tahapan pemilu serentak 2024, syarat dukungan minimal 12 nama bakal diturunkan kepada KPU Kabupaten dan Kota se-Papua Barat Daya untuk melakukan verifikasi administrasi serta verifikasi Faktual.

Sebelumnya Fatmawati menjelaskan, sejak pembukaan tahapan penyerahan dokumen syarat dukungan minimal calon anggota DPD RI Dapil Provinsi Papua Barat Daya tanggal 26 desember 2022 lalu, sebanyak 16 bakal calon yang mengambil akun Silon di kantor persiapan KPU PBD namun hingga penutupan Minggu (8/1/2023) pukul 23.59 WIT hanya 13 Bacalon yang memenuhi syarat.

13 bakal calon senator yang menyerahkan dokumen syarat dukungan minimal 9 orang diterima karena lengkap data silonnya, sedangkan 4 orang diterima dengan sejumlah catatan yaitu wajib menginput dokumen fisik selama 3 X 24 jam sejak tanda terima dan BA diterima.

“Berdasarkan SE 1369 thn 2023 tentang penyerahan dukungan minimal pemilihan DPD dalam bentuk Fisik hard copy dan digital (soft copy) dan SE No. 11 thn 2023 ttg pelaksanaan pencalonan anggota DPD. 5 bacalon membawa dokumen hard copy. terhadap 5 bacalon 1 dikembalikan, 4 diterima dan wajib menginput dokumen fisik selama 3 X 24 jam sejak tanda Terima dan BA diterima,” jelas Fatmawati kepada awak media di kantor persiapan KPU PBD, Jl Sorong – Makbon, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (9/1/2023).

13 bakal calon anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya yang diterima syarat dukungan minimal yaitu M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos., M.M.Sip, Hartono, Pdt Mamberob Yosephus Rumakiek, S.Si., M.Kesos, Hasby Suaeb, Shokib Naim, S.H, Amalut Boinauw, Paul Finsen Mayor, S.IP, Muhdar Ikhsan Weul, Agil Saeni, Dr H. Amirudin, Agustinus R Kambuaya, S.IP, Amus Atkana, S.Pt.,M.M dan Septinus Lobat, S.H.

“1 bacalon dikembalikan dokumennya yaitu Marius Air dikarenakan dukungan tidak memenuhi minimal syarat dukungan 1000 sedangkan 2 bacalon yang tidak kembali menyerahkan dokumen syarat yaitu Namsah dan Johan Nebore,” ujarnya.

Tahap selanjutnya kata Fatmawati, bahwa akan dilakukan verifikasi administrasi terhadap syarat dukungan minimal bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) namun karena masih ada 4 bakal calon yang harus mengupload data kedalam Silon dalam jangka waktu 3 X 24 jam, sehingga menunggu catatan yang dilengkapi 4 bakal calon tersebut, karena berkaitan dengan analisis kegandaan antar syarat dukungan bakal calon.

KENN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *