Hadiri Giat Sosialisasi TP PKK di Fakfak, Ny Roma Waterpauw Beri Pesan Penting

IMG 20230621 WA0003

Koreri.com, Fakfak – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Ny. Roma MP. Waterpauw menghadiri acara sosialisasi pola asuh remaja, pola makan B2SA dan edukasi seks bagi pelajar, remaja gereja, remaja masjid, kader PKK dan kader posyandu di Kabupaten Fakfak.

Sosialisasi berlangsung di Aula Wintder Tuare Fakfak, Selasa (20/6/2023).

Dalam sambutannya, Ny Roma menekankan pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat sangatlah penting karena menjadi tolok ukur pembangunan yang perlu mendapatkan prioritas secara terencana, terpadu, terstruktur, merata, berkualitas bersendikan kearifan lokal, melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

‘’Dan pengelolaan gerakan tersebut dilakukan oleh Tim Penggerak PKK pusat, provinsi, kabupaten/kota, distrik hingga kampung melalui penerapan 10 Pokok Program PKK,” ungkapnya di Aula Wintder Tuare Fakfak.

Kaitannya dengan itu, maka beberapa waktu yang lalu digelar acara intervensi kemiskinan ekstrim dan stunting oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat di Kabupaten Fakfak.

Ny. Roma mengatakan, saat ini bangsa Indonesia diperhadapkan pada kondisi kemiskinan ekstrem dimana masyarakat diperhadapkan pada kondisi tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehingga dikuatirkan akan berefek pada masalah stunting.

Diakuinya, Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2022, prevalensi stunting berada di angka 21,6 persen. Dan jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4 persen.

“Namun untuk kasus stunting di Papua Barat di tahun 2022 lalu malah meningkat 3.8 poin menjadi 30 persen dari sebelumnya 26,2 persen pada tahun sebelumnya,” bebernya seraya menambahkan bahwa permasalahan- permasalahan diatas mengancam kesejahteraan keluarga di Indonesia.

Untuk itu, diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk terlibat langsung dalam penanganan kondisi kemiskinan ekstrem dan stunting.

Dan isu tersebut di atas menjadi program unggulan dan prioritas yang harus dilaksanakan oleh TP PKK di semua jenjang, termasuk TP PKK Provinsi Papua Barat beserta tujuh jenjang kabupaten yang ada dan melatarbelakangi kegiatan sosialisasi ini.

Pertanyaannya, kenapa sosialisasi pola asuh, pola makan B2SA dan seks edukasi dilakukan hari ini? Apakah ini berkaitan dengan kemiskinan ekstrem dan stunting?

‘’Bagi remaja, sosialisasi ini merupakan penyadaran dan pembinaan untuk membentuk generasi yang unggul. Sedangkan bagi kader, diharapkan dapat menyuluh dengan baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat menghadapi dan berdaya terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Ny Roma menekankan pula, sesuai arahan Ketua TP PKK pusat pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 51 tahun ini bahwa penggerakan, peran serta atau partisipasi masyarakat dalam pembangunan itu adalah prinsip dasar dari gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa.

‘’Berbagai kegiatan di negara kita, apapun bentuknya, misalnya dalam hal percepatan penurunan stunting, apabila disertai dengan dukungan peran serta masyarakat, tentunya hasil dan dampaknya akan mempunyai nilai tambah yang luar biasa. Inilah yang harus kita sadari bersama, bahwa gerakan PKK menjadi modal sosial bagi bangsa ini,’’ tekannya.

“Menyikapi arahan tersebut dan kita menyadari atas potensi yang kita miliki, mari terus memelihara dan mengembangkan potensi secara terus menerus untuk membantu Pemerintah daerah dalam penangan isu stunting dan isu lainnya,” tambahnya.

Ny Roma berharap, para kader akan giat melakukan penyadaran untuk menekan stunting. Hal itu dapat dilakukan melalui penyadaran anak remaja tentang resiko atau bahaya pernikahan dini.

“Mari, kita bersama menyiapkan generasi emas Kabupaten Fakfak dan Papua Barat, sehingga kita dapat memaknai bersama visi gerakan PKK yaitu terwujudnya keluarga sehat, cerdas, berdaya, beriman dan bertaqwa menuju Indonesia maju di 2024,” harapnya.

Ny Roma tak lupa memberi pesan khusus kepada pra remaja di Kabupaten Fakfak.

‘’Untuk anak-anakku para remaja Kabupaten Fakfak, jadilah remaja yang keren (kreatif, rasional dan berenergi) sehingga kalian menjadi model bagi remaja lain. Di lingkungan dimana kalian berada, kalian akan menjadi agent of change (agen perubahan). Karena kalian mempunyai kreativitas, berpikir rasional dan memliki energi/kapasitas yang cukup untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi,’’ pungkasnya.

RIL