Koreri.com, Jayapura – Tanggal 7 Maret 2024, tepat Kota Jayapura berumur 114 tahun.
Tentu kota yang letaknya paling timur Indonesia ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan di semua aspek pembangunan.
Salah satu yang menonjol adalah di sektor pendidikan dimana ibukota Provinsi Papua ini talh menjelma jadi kota studi yang terus berbenah untuk mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
Penjabat Wali Kota Dr. Frans Pekey, dalam sambutannya pada upacara HUT ke 114 tahun 2024 di Pantai Base’G ini mengatakan Pemerintah konsisten menjadikan Kota Jayapura sebagai barometer pendidikan di Tanah Papua.
“Pemerintah Kota Jayapura konsisten menjadikan lulusan pendidikan yang berdaya saing di lembaga pendidikan tinggi maupun pasar kerja,” sambungnya.
Lanjut Pekey, bukti Kota Jayapura menjadi barometer pendidikan di Tanah Papua terlihat pada angka kelulusan siswa yang rata-rata mencapai 100 persen dan angka melek huruf yang naik menjadi 96,32 persen.
Pekey kemudian membeberkan sejumlah kebijakan demi menunjang pendidikan di wilayah itu.
Diantaranya, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM putra – putri asal negeri berjuluk Port Numbay ini, Pemkot Jayapura cetuskan program ungggulan “GEMAS PON”.
“Melalui program ini, Pemerintah telah mengirimkan 53 siswa untuk mengikuti pendidikan di SMP dan SMA berpola asrama pada yayasan sekolah jenius Serpong di Tangerang,” bebernya.
Pemkot juga telah mengirimkan 6 siswa mengikuti pendidikan penerbangan di Curug Tangerang dimana 3 orang calon pilot dan juga 3 orang teknisi penerbangan.
“Pemerintah juga mengirim 15 mahasiswa pada Fakultas Teknologi dan Informasi di UKSW serta 8 dokter umum untuk mengambil spesialis di Universitas Padjadjaran Bandung serta bantuan-bantuan khusus lainnya di bidang pendidikan bagi mahasiswa Port Numbay dan juga orang – orang Papua lainnya,” sambungnya.
Dalam peningkatan mutu pendidikan, Pemkot Jayapura juga mencetuskam program Kartu Numbay Pintar dengan program beasiswa.
“Kemudian program khusus yang disebut dengan program BOSDA dari dana Otonomi Khusus Papua dengan menjaminkan pemberian bantuan pendidikan sebanyak 22.000 lebih siswa dari tingkat PAUD SD SMP SMA dan SMK se-kota Jayapura untuk anak-anak asli Papua,” tambahnya.
Selanjutnya juga, kata Pekey, pemerintah telah melaksanakan program dari hitung cepat dengan metode gasing bagi lebih dari 500 siswa dan juga guru di tingkat SD dan juga SMP.
“Dan bantuan pendidikan bagi sekolah-sekolah yayasan dan juga sekolah negeri baik sarana prasarana dan juga peralatan pendidikan lainnya,” pungkasnya.
SAV































