Koreri.com, Jayapura – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan menggelar dialog publik Bahasa dan Sastra Port Numbay, bertempat di Ballroom Grand Abe Hotel, Senin (12/8/2024).
Giat tersebut dalam rangka mempertahankan dan melestarikan bahasa ibu.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan siswa/siswi SMP di Kota Jayapura, tokoh masyarakat adat dari 10 kampung Port Numbay serta narasumber dari perwakilan 10 kampung adat dan peneliti bahasa asli Papua.
Plh Sekda Kota Jayapura Evert Meraudje saat membuka dialog tersebut mengatakan Port Numbay memiliki keragaman bahasa ibu.
Karena itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif untuk menyelenggarakan dialog publik ini yang tidak hanya menjadi ajang diskusi dan tukar pikiran saja tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan memajukan bahasa ibu yang sedang mengalami kepunahan di daerah ini.
“Pelestarian dan mempertahankan bahasa daerah agar tidak mengalami kepunahan adalah sebuah tujuan penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat umum baik dan kearifan lokal,” imbuh Evert.
Bahasa daerah adalah salah satu warisan budaya yang mencerminkan sejarah nilai dan tradisi suatu komunitas. Dengan melestarikan bahasa daerah, maka kita menjaga keberlanjutan warisan budaya bagi generasi mendatang,” bebernya.
Lanjut Evert, jika bahasa daerah dapat diajarkan di sekolah-sekolah maka akan memberikan siswa kesempatan untuk belajar tentang budaya dan sejarah mereka sendiri serta memahami keragaman budaya dan meningkatkan komunikasi antar generasi dalam menggunakan bahasa daerah menjadi alat komunikasi antar generasi.
“Mempertahankan bahasa ibu ini membantu menjaga komunikasi antar generasi tua dan muda serta memastikan bahwa pengetahuan dan tradisi lokal terus diwariskan,” sambungnya.
Plh Sekda Kota Jayapura juga berpesan kepada dinas terkait agar dapat mendorong pengembangan bahasa ibu dan literasi.
Dengan begitu, upaya pelestarian bahasa daerah juga dapat tercapai dengan baik termasuk pembuatan materi pembelajaran, buku dan media dalam bahasa daerah yang dapat memperkaya sumber daya pendidikan dan budaya.
“Dengan demikian sebagai pemerintah, kita dapat mencegah kepunahan bahasa lokal di Kota Jayapura. Apalagi kita ketahui bersama banyak bahasa daerah di Kota Jayapura yang terancam punah karena berkurangnya penutur asli,” pungkasnya.
SAV




















