TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Teminabuan Gelar Karya P5 Libatkan Anak Usia Dini

IMG 20250226 WA0027

Koreri.com, Teminabuan– Generasi muda penerus bangsa Indonesia harus ditanamkan rasa cinta tanah air dan nilai-nilai Pancasila sejak anak usia dini.

Hal ini seperti yang dilakukan Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan gelar karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Rabu (26/2/2025) dengan mengusung Tema “Ayo Berkreasi dari Plastik Bekas”

Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) adalah salah satu bentuk kegiatan pembelajaran berbasis projek yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak sejak usia dini.

IMG 20250226 205914Dalam kegiatan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas, bekerja sama, dan menunjukkan hasil belajar mereka melalui berbagai karya.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Sorong Selatan yang juga sebagai Kepala Sekolah TK Aisyiyah Busthanul Athfal 3 Teminabuan Rita YF Sirajudin mengatakan tujuan kegiatan karya P5 untuk mengembangkan kemandirian, kreativitas, dan keberanian anak dalam menampilkan hasil karya, juga untuk meningkatkan kerja sama antara anak, guru, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran berbasis projek.

Kemudian menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta lingkungan sesuai dengan tema P5 yang diusung serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak sejak dini.

“Bentuk Kegiatan yaitu anak-anak menampilkan berbagai hasil karya yang telah mereka buat selama proses projek, seperti Karya seni (kerajinan tangan dari bahan daur ulang/plastik kresek, botol Aqua, karung plastik, kemasan bekas sabun cuci, tutup botol plastik, sendok plastik bekas yg semuanya itu di buat karya seni berupa gaun, toples2 atau wadah permen dll ) serta Produk makanan atau minuman hasil projek Market Day,” jelas Rita Sirajudin dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan Rita Sirajudin bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga dukungan dari orang tua dan guru. Dimana Orang tua berperan dalam mendampingi anak selama proses pembuatan karya dan memberi semangat saat acara berlangsung.

Sementara itu, guru menjadi fasilitator yang membimbing anak-anak dalam mengeksplorasi ide dan menyampaikan pesan edukatif yang terkandung dalam setiap kegiatan.

“Harapan ke depan melalui gelar Karya P5 ini, diharapkan anak-anak semakin percaya diri dalam menunjukkan hasil karyanya, memahami pentingnya kerja sama, serta memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berkembang dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

KENN