Koreri.com, Jakarta – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan komitmen Pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal ini disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dalam keterangannya, Rettob menyinggung realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika dalam kurun waktu 2004 hingga 2025 yang dinilai terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut dia, berbagai program yang dijalankan Pemda telah menyasar sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan hingga pembangunan infrastruktur dasar.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program tersebut,” imbuh Rettob.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara Pemda, PTFI dan YPMAK menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pemerataan Pembangunan khususnya bagi masyarakat asli Papua di Mimika.
Rettob menambahkan, dana yang bersumber dari kemitraan tersebut, termasuk dana pengembangan Masyarakat difokuskan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di kampung-kampung.
“Pemerintah memiliki tugas untuk memastikan program-program itu tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Rettob juga menyoroti tantangan geografis Mimika yang cukup berat, mulai dari kondisi topografi hingga keterbatasan akses di sejumlah wilayah. Hal ini menurutnya, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi optimalisasi pembangunan.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Mimika tetap berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan dan kolaboratif.
“Kami terus membangun kepercayaan masyarakat dengan memastikan setiap program memberikan dampak nyata,” ucapnya.
Ke depan, Rettob berharap kerja sama antara Pemda, PTFI dan YPMAK dapat semakin diperkuat guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di Kabupaten Mimika.
EHO

























