Koreri.com, Kendari – Dalam melaksanakan agenda Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Wakil Ketua DPRP Papua Barat Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H bersama anggota Dewan Aloysius Siep, S.E meluangkan waktu bertemu sejumlah mahasiswa asal provinsi ini, Rabu (27/8/2025) malam.
Pertemuan mahasiswa asal Papua Barat yang menimba ilmu di Kota Kendari dengan wakil rakyat berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan.
Ketua Ikatan Mahasiswa Papua Barat Kota Studi Kendari Yohanes Orocomna merincikan, sebanyak 30an orang yang berkuliah di Kota Lulo baik secara mandiri dan juga afirmasi.
Bahkan ada mahasiswa Papua Barat yang kuliah sambil kerja di warung kopi shop untuk membiayai kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.
Karena itu 30an mahasiswa yang berasal dari 7 Kabupaten se-Papua Barat itu minta perhatian Pemerintah daerah melalui DPRP.
Dalam kesempatan itu, Yohanes Orocomna menyampaikan sejumlah poin aspirasi kepada DPRP Papua Barat untuk menjadi atensi dan dapat ditindaklanjuti.
“Aspirasi kami yang pertama pembangunan asrama mahasiswa Papua Barat, kemudian kedua Sekretariat bagi kami, ketiga beasiswa bagi teman-teman yang kuliah mandiri dan keempat bantuan dari provinsi untuk biaya akhir,” bebernya.
Mahasiswa asal Kabupaten Teluk Bintuni itu berharap, DPRP dapat mendorong aspirasi ini kepada Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti agar menunjang perkuliahan mereka.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H mengaku kaget pada minat anak-anak Papua Barat melanjutkan studi pada perguruan tinggi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Biasanya anak-anak Papua lebih banyak berminat kuliah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, NTT, juga pulau Jawa. Tapi kali ini, saya temukan di Kendari ada 30 orang dengan berbagai latar belakang kampus. Ini luar biasa,” sambutnya.
Legislator Papua Barat yang akrab disapa Sase ini mengakui, ada sejumlah keluhan yang disampaikan mahasiswa Papua Barat Kota Studi Kendari yang dinilainya hampir tak tersentuh.
Aspirasi yang disampaikan yaitu asrama Papua Barat yang menaungi mahasiswa 7 Kabupaten, kemudian Sekretariat menjadi tempat berkumpul karena tempat tinggal mereka terpisah.
Legislator Papua Barat dua periode ini meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk menanggapi serius aspirasi yang disampaikan mahasiswa di Kendari. Pasalnya, sangat jarang pejabat berkunjung ke daerah seperti ini.
“Kami cukup terharu melihat ade-ade yang berjuang untuk mengenyam pendidikan di Kendari merupakan sesuatu yang perlu diberikan apresiasi dan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua Barat,” tegasnya.
Sase menyebutkan, masukan dari Kendari akan menjadi sample untuk daerah lain.
“Kami akan undang Dinas Pendidikan untuk menggelar RDP bersama-sama mencari formula yang ideal untuk bagaimana melihat mahasiswa Papua Barat yang kuliah di luar daerah Papua, mereka tetapi survive dan menjadi kebanggaan orang tua,” pungkasnya.
KENN
























