Koreri.com, Nabire – Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) sekaligus meluncurkan SMP-SMA Riyadhul Qur’an di Nabire, Sabtu (25/4/2026).
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan berbasis keagamaan di wilayah Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Riyadhul Qur’an Nabire atas komitmen menghadirkan lembaga pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, pembinaan akhlak, dan penguatan spiritual generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Riyadhul Qur’an Nabire yang telah berinisiatif membangun lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Menurut Nawipa, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Karena itu, kehadiran pondok pesantren dinilai bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan moral dan pembentukan kepemimpinan masa depan.
Ia menegaskan, pembangunan rumah ibadah akan lebih bermakna jika dibarengi dengan pembangunan pendidikan.
Sebab, sekolah dan lembaga pendidikan akan melahirkan generasi yang mampu menjaga, menghidupkan, dan memajukan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam iman, disiplin, dan memiliki tanggung jawab sosial,” katanya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
Ia berharap pondok pesantren dapat melahirkan santri-santri yang berintegritas, santun, serta siap menjadi pemimpin masa depan Papua Tengah.
Sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan, sektor pendidikan disebut menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Saat ini, kata dia, Pemprov Papua Tengah terus memperluas program beasiswa bagi pelajar SMA/SMK dan mulai menjangkau tingkat SMP pada tahun 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen menghadirkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
“Kita ingin memastikan setiap anak Papua Tengah mendapatkan pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkarakter, termasuk melalui pendidikan berbasis keagamaan seperti pesantren,” tegasnya.
Nawipa berharap kehadiran Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an serta SMP-SMA Riyadhul Qur’an dapat menjadi pusat lahirnya generasi bernurani, berilmu, dan berjiwa pemimpin, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Papua Tengah yang religius dan harmonis.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendukung pembangunan pendidikan, termasuk berkolaborasi dengan lembaga pendidikan keagamaan demi masa depan generasi Papua Tengah yang lebih baik,” pungkasnya.
HMS































