Dugaan Bocah di Minimarket Alami Kekerasan, Soulisa Minta Pelaku Diproses Hukum

Aris Sugiharto Soedarsono Soulisa
Legislator DPRD Kota Ambon Aris Sugiharto Soedarsono Soulisa / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Dugaan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan seorang karyawan minimarket terhadap seorang bocah di Kota Ambon menuai kecaman keras dari berbagai kalangan.

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang karyawan diduga melakukan tindakan yang membahayakan seorang anak hingga memicu kemarahan publik.

Menanggapi peristiwa tersebut, Legislator DPRD Kota Ambon Aris Sugiharto Soedarsono Soulisa angkat bicara.

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras tindakan yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan melanggar hak-hak anak.

Menurut Aris, jika dugaan dalam video tersebut terbukti benar maka pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika video tersebut benar adanya, maka tindakan itu sangat tidak manusiawi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada alasan untuk menjadikan seorang anak sebagai bahan candaan atau objek perlakuan yang membahayakan,” tegasnya kepada awak media, Senin (29/6/2026).

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabatnya. Karena itu, aparat penegak hukum diminta segera mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan objektif agar memberikan keadilan bagi korban sekaligus efek jera bagi pelaku.

Selain meminta proses hukum berjalan tegas, Aris juga mendesak pihak perusahaan tempat pelaku bekerja untuk mengambil langkah sesuai aturan internal perusahaan. Menurutnya, evaluasi terhadap pembinaan dan pengawasan karyawan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak, termasuk pelaku usaha, harus memastikan lingkungan yang aman, ramah anak, dan menghormati hak-hak anak,” kembali tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah rekaman video dugaan tindakan tersebut viral di berbagai platform media sosial. Publik kini menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum serta pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait penanganan kasus tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan kasus masih terus berlangsung dan belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian terkait pihak yang bertanggung jawab.

JFL