Koreri.com, Ambon – Kecamatan Nusaniwe menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas melalui Nusaniwe Jukulele Festival 2026, yang digelar pada Kamis (13/8/2026).
Festival tersebut menghadirkan kategori peserta anak usia 10–16 tahun dan menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda untuk aktif mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya, khususnya musik jukulele yang telah menjadi bagian dari kekayaan seni masyarakat Maluku.
Suasana festival berlangsung semarak. Para peserta diberikan kesempatan menunjukkan kemampuan bermusik, kreativitas, sekaligus membangun kepercayaan diri melalui penampilan di hadapan para penonton.
Ajang tersebut turut mendapat perhatian dari unsur Pemerintah Kota Ambon diantaranya Wali Kota yang diwakili Asisten II Rustam Simanjuntak, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, serta unsur Pemerintah Kecamatan Nusaniwe.
Dalam sambutannya, Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru, S.STP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, pendamping, guru, serta pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, festival ini diharapkan menjadi ruang bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas, khususnya dalam memainkan alat musik jukulele.
“Selamat datang kepada seluruh peserta, pendamping dan pihak yang telah hadir dalam kegiatan ini,” ujar Quraisin.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang penampilan dan perlombaan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Karena itu, para peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Semoga seluruh peserta dapat memberikan yang terbaik, berpartisipasi dengan penuh semangat dan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang berharga serta bermanfaat,” imbuhnya.
Quraisin menambahkan, festival tersebut diharapkan dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni musik.
Selain menjadi ajang kompetisi, Nusaniwe Jukulele Festival 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan jukulele sebagai salah satu kekayaan seni musik yang berkembang di Maluku.
Keterlibatan anak usia 10–16 tahun dinilai penting dalam membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Dengan ruang kreativitas yang semakin luas, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan potensi sekaligus memperkenalkan musik khas Maluku kepada masyarakat yang lebih luas.
Penyelenggara turut menyampaikan apresiasi kepada para guru, pendamping, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak dan remaja untuk mengenal, mencintai dan melestarikan seni serta budaya daerah.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan positif bagi anak dan remaja melalui seni, budaya dan kreativitas.
JFL
























