Ketua KPU PBD Imbau Warga Tak Mudah Terpancing Isu-isu Provokatif

Ketua KPU PBD Andarias Daniel Kambu saat memberikan keterangan pers / Foto : Suzan
Ketua KPU PBD Andarias Daniel Kambu saat memberikan keterangan pers / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Andarias Daniel Kambu mengimbau kepada warga masyarakat agar tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokatif.

Imbauan itu disampaikan menanggapi respon berbagai pihak pasca keputusan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) No.10/MRP.PBD/2024 tanggal 6 September 2024 menolak pasangan Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 – 2029.

“Saya selaku Ketua KPU PBD menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di PBD yang terdiri dari lima kabupaten dan satu kota agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu provokatif yang dapat menyesatkan dan merugikan kita,” imbaunya saat menyampaikan imbauannya di Sorong, Senin (9/9/2024) sore.

Andarias menekankan bahwa, Pemilu merupakan sarana demokrasi yang akan menentukan arah kebijakan pemerintah kedepan.

“Papua Barat Daya merupakan provinsi baru maka mari kita wujudkan Pemilu yang demokratis dan bermartabat. Kita dapat membangun fondasi demokrasi yang baik agar kedepannya dapat menjadi contoh bagi pelaksanaan Pemilu-pemilu yang akan datang,” tekannya.

Olehnya itu, Andarias berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Saya berharap semua dapat menahan diri, tidak terprovokasi dengan situasi yang ada tapi mari kita bijaki semua masalah dengan cermat dan bijak sehingga dapat mendukung KPU dan Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang diberikan kewenangannya oleh Undang-Undang,” harapnya.

“Kita semua harus bisa mewujudkan suasana dan suhu politik yang sejuk, menjaga stabilitas keamanan serta dapat mendukung KPU dalam melaksanakan tahapan penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah sehingga terlaksana dengan baik dan dapat mewujudkan pilkada yang demokratis, bermartabat dan berintegritas,” pungkasnya.

ZAN