Koreri.com, Timika – Sebanyak 7.047 anak di Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika dilaporkan tidak bersekolah.
Data ribuan anak yang tercatat dalam kategori putus sekolah dan tidak bersekolah ini terungkap dalam Forum Koordinasi Lintas Sektor Penanganan Anak Terlantar yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Mimika di Hotel Grand Tembaga, Senin (22/6/2026).
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengungkapkan tingginya angka tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, penanganan anak terlantar tidak boleh berhenti pada tahap pendataan dan asesmen, tetapi harus diikuti pengawasan yang berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah memastikan anak-anak yang sudah mendapatkan intervensi tidak kembali ke jalan atau kembali ke kondisi semula,” ujar Merlyn.
Ia mencontohkan masih ditemukannya anak-anak yang berkeliaran di kawasan Pasar Sentral meski sebelumnya telah mendapat penanganan. Kondisi itu menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas program yang dijalankan.
Merlyn juga menekankan pentingnya indikator keberhasilan yang terukur, seperti jumlah anak yang kembali bersekolah, keluar dari kondisi terlantar, dan memperoleh pengasuhan yang layak.
Selain itu, ia mengusulkan pembentukan jalur komunikasi cepat melalui hotline atau grup WhatsApp lintas instansi untuk memudahkan masyarakat melaporkan kasus anak terlantar. Ia juga meminta data yang dimiliki Dinas Sosial dibagikan kepada pemerintah distrik untuk diverifikasi hingga tingkat RT dan kampung.
Tak hanya itu, Merlyn mendorong penyediaan rumah singgah bagi anak terlantar serta peningkatan dukungan anggaran bagi pekerja sosial yang menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus.
Data 7.047 anak putus sekolah dan tidak bersekolah di Mimika Baru menjadi peringatan bahwa persoalan anak terlantar tidak hanya terkait perlindungan sosial, tetapi juga akses pendidikan, pengasuhan keluarga, dan pengawasan lingkungan.
Pemda diharapkan mampu memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak tersebut.
TIM
























