Koreri.com, Sorong – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Sosialisasi Pendaftaran Akun Industri Kecil dan Menengah (IKM) Orang Asli Papua (OAP) melalui aplikasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS), di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4 – 6 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas data industri, memperkuat pembinaan pelaku IKM, serta mendukung kebijakan Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri nasional.
Sosialisasi yang bersumber dari dana Otonomi Khusus tersebut diikuti sekitar 30 pelaku IKM OAP dari berbagai bidang usaha.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memahami manfaat penggunaan aplikasi SIINAS serta mampu melakukan pendaftaran dan pembaruan data usaha secara mandiri.
Kegiatan dibuka oleh Asisten II Viktor Solossa, didampingi Kepala Disperindag PBD Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si.
Viktor Solossa dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi SIINAS memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usaha IKM OAP, termasuk dalam memperluas peluang pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Solossa berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta memahami proses pendaftaran dan pemanfaatan aplikasi SIINAS sebagai bagian dari pengembangan usaha.
“Pemahaman terhadap aplikasi SIINAS sangat penting untuk mendukung pengembangan produk IKM OAP. Dengan data usaha yang terdaftar dan terintegrasi, pelaku IKM diharapkan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tukasnya.

Menurutnya, keberadaan akun SIINAS menjadi salah satu langkah penting agar data IKM dapat teridentifikasi dalam sistem industri nasional serta memperoleh peluang untuk mengakses berbagai program pemerintah.
“Tanpa SIINAS, IKM kita tidak akan terbaca secara nasional dan akan mengalami keterbatasan dalam mengakses program bantuan pemerintah, sertifikasi, maupun pembiayaan,” kata Sellvyana.
Ia menambahkan, perhatian pemerintah terhadap pengembangan IKM OAP di Tanah Papua sangat besar.
PBD memiliki beragam potensi usaha yang dapat terus dikembangkan, mulai dari pengolahan hasil laut, pangan berbahan dasar sagu, kopi, minyak buah merah, kerajinan noken, ukiran, batik Papua, hingga ekowisata kreatif.
Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan legalitas usaha serta ketersediaan data yang akurat dan valid agar dapat memperoleh pembinaan serta dukungan yang tepat sasaran.
Sellvyana menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi memiliki sejumlah tujuan strategis, yakni memberikan pemahaman kepada pelaku IKM OAP mengenai pentingnya akun SIINAS, mendampingi peserta dalam proses pendaftaran hingga data dinyatakan valid, serta menyusun basis data IKM OAP secara akurat.
Data tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program afirmasi, fasilitasi, pembinaan, dan pemberdayaan IKM OAP di PBD.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tuntas. Jangan ragu untuk bertanya kepada narasumber maupun operator pendamping. Manfaatkan tiga hari ini untuk memastikan usaha Bapak dan Ibu terdaftar serta memiliki data yang lengkap dan valid,” pesannya.
Sellvyana juga meminta tim pendamping memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dengan penuh kesabaran serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, Pemprov PBD berharap semakin banyak pelaku IKM OAP yang terdata dalam SIINAS, memiliki legalitas usaha, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap program pembinaan, sertifikasi, pembiayaan, dan pengembangan pasar.
ZAN
























