Koreri.com, Manokwari- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi NasDem Daerah Pemilihan Papua Barat Cheroline Makalew, S.P menaruh perhatian serius terhadap akses pendidikan bagi anak-anak di provinsi ini khususnya dari keluarga kurang mampu.
Keluhan masyarakat terkait keterbatasan beasiswa masih kerap terdengar di berbagai daerah.
Kondisi ekonomi yang belum merata membuat banyak anak berpotensi putus sekolah jika tidak mendapat dukungan pendidikan yang memadai.
Hal ini menjadi perhatian serius legislator muda Senayan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya sejak dilantik sebagai wakil rakyat.
“Kita semua tahu masih banyak masyarakat di Papua Barat yang mengeluhkan soal beasiswa. Di sisi lain, masih banyak juga keluarga yang kurang mampu,” ujar Anggota Komisi XII DPR RI ini kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Langkah itu dilakukan agar kolaborasi program pendidikan, khususnya beasiswa dapat turut dirasakan masyarakat di Provinsi Papua Barat.
Upaya tersebut membuahkan hasil. melalui kebijakan fraksi, Cheroline berhasil memperjuangkan alokasi Program Indonesia Pintar (PIP) untuk daerah pemilihannya.
Pada tahun 2025 lalu, sebanyak 200 siswa telah menerima bantuan beasiswa PIP, kemudian 2026 ini jumlah penerima meningkat signifikan menjadi 779 pelajar dari Sekolah Dasar, SMP, SMA dan SMK di Provinsi Papua Barat.
Total penerima siswa SD sebanyak 464 orang tersebar di sekolah Negeri, Inpres dan juga swasta. Kemudian siswa SMP penerima PIP sebanyak 266 orang dan SMA/SMK 49 orang.
Beasiswa PIP tersebut diserahkan langsung Anggota DPR RI Fraksi NasDem kepada perwakilan penerima beasiswa dari Kabupaten Manokwari di aula Hotel Oriestom, Selasa (4/8/2026) pagi.
“Kami terus berupaya agar ke depan jumlah penerima bisa terus bertambah. Harapannya, dari hampir 800 penerima di tahun ini bisa meningkat menjadi 1.000 pada tahun mendatang,” imbuhnya.
Secara total, lanjut Cherol menjelaskan dalam dua tahun terakhir, lebih dari 1.000 siswa di Papua Barat telah merasakan manfaat program tersebut. Penyaluran PIP tahun ini pun tidak hanya terfokus di Manokwari, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Dalam waktu dekat, Cheroline dijadwalkan menyerahkan bantuan PIP di Teluk Wondama kepada tiga sekolah, terdiri dari dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP).
Namun demikian, politisi muda Partai NasDem ini menegaskan pentingnya pengawasan dalam pemanfaatan bantuan tersebut. Dana PIP, kata dia, disalurkan langsung ke rekening siswa tanpa potongan dari pihak mana pun.
“Anak-anak harus menerima haknya secara utuh. Tidak boleh ada potongan,” tegasnya.
Cherol juga mengingatkan para orang tua agar menggunakan bantuan tersebut secara bijak dan tepat sasaran, yakni untuk kebutuhan pendidikan anak seperti membeli buku, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah lainnya.
“Jangan sampai bantuan ini justru digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Ini untuk masa depan anak-anak kita,” pesannya mengingatkan.
Cheroline berharap, melalui pemanfaatan yang tepat, program PIP dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Papua Barat untuk terus bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
KENN

























