IPTB Mimika Resmi Dilantik, Samuel Takendare Pimpin Periode 2026-2031

IPTB Mimika Periode 2026 2031 Resmi Dilantik
Momen pelantikan Badan Pengurus IPTB Mimika periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Timika, Papua Tengah, Rabu (28/10/2026) / Foto : NUEL

Koreri.com, Timika – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 98 tahun, Badan Pengurus Ikatan Pemuda Tanimbar Bersatu (IPTB) Kabupaten Mimika periode 2026–2031 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Hotel Cenderawasih 66, Timika, Papua Tengah, Rabu (28/10/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda Tanimbar untuk memperkuat persatuan, membangun solidaritas, mengembangkan potensi pemuda, serta mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Mimika.

Ketua Ikatan Kerukunan Kepulauan Tanimbar (IKKT) Kabupaten Mimika, Eus Berkasa, S.H., M.H., secara resmi melantik dan mengukuhkan Samuel Takendare, S.H., sebagai Ketua IPTB bersama jajaran badan pengurus lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Petrus Pali Amba, S.T., M.T., tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, para ketua pilar kampung, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Eus Berkasa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IPTB yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kebersamaan, serta berpedoman pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta kebijakan organisasi IKKT Kabupaten Mimika.

Dijelaskan Eus, pelantikan tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan pelantikan perdana organisasi kepemudaan Tanimbar di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, penguatan organisasi harus dimulai dari tingkat bawah melalui pembentukan pilar-pilar kampung dan kecamatan.

Dalam struktur tersebut, IKKT menjadi induk atau rumah besar yang menaungi seluruh warga Tanimbar, sedangkan IPTB dan organisasi lainnya berperan sebagai organisasi sayap.

Eus menegaskan, seluruh masyarakat Tanimbar harus menjaga kebersamaan tanpa membangun sekat berdasarkan asal kampung, kecamatan, tingkat pendidikan, maupun latar belakang lainnya.

“Pemuda Tanimbar harus menjadi kekuatan yang menyatukan, bukan memecah belah. Kita boleh berasal dari kampung dan kecamatan yang berbeda, tetapi ketika berada dalam IKKT, kita semua memiliki kedudukan yang sama sebagai warga Tanimbar di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Ia berharap IPTB menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri, mempererat tali persaudaraan, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ketua beserta seluruh badan pengurus IPTB yang baru dilantik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, ia berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal penguatan komitmen, penyatuan visi, dan pembentukan tanggung jawab bersama dalam memajukan generasi muda Tanimbar.

Menurut Petrus, pemuda merupakan kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Generasi muda tidak hanya menjadi penerus masa depan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pelaku pembangunan pada masa kini.

Karena itu, ia berharap IPTB mampu menyatukan potensi, pemikiran, kreativitas, dan semangat generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

Petrus menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian pengurus IPTB.
Pertama, menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama organisasi.

Ia mengingatkan bahwa organisasi harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.

Organisasi, katanya, tidak boleh hanya menjadi nama dan simbol, tetapi harus benar-benar menjadi rumah bersama bagi pemuda Tanimbar untuk bertumbuh, belajar, dan berkarya.

Kedua, membangun generasi muda yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Ia mendorong IPTB agar mengambil bagian dalam peningkatan pendidikan, keterampilan, kewirausahaan, serta kemampuan pemuda menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga mengajak generasi muda menjauhi tindakan yang dapat merugikan masa depan dan sebaliknya menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, produktif, serta bertanggung jawab.

Ketiga, menjadikan IPTB sebagai mitra pemerintah dalam membangun Kabupaten Mimika.

Menurutnya, Mimika merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang sehingga keberagaman harus dijaga sebagai kekayaan bersama.

Petrus mengajak pemuda Tanimbar membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, memperkuat toleransi, menjaga keamanan dan ketertiban, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah.

Ia juga mendorong IPTB menyusun program kerja yang menjawab kebutuhan generasi muda, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha ekonomi kreatif, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan.

Kepada ketua dan pengurus yang baru dilantik, Petrus berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan ketulusan.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota, memberikan teladan, serta mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jadilah pemimpin yang mampu merangkul, bukan memecah belah. Jadilah pemimpin yang memberikan teladan, bukan hanya memberikan perintah,” pesannya.

Petrus menambahkan, keberhasilan seorang pemimpin organisasi tidak hanya diukur dari lamanya masa jabatan, tetapi juga dari besarnya manfaat yang diberikan kepada anggota dan masyarakat.

Pemkab Mimika, lanjutnya, menyambut baik peran aktif organisasi kepemudaan yang berorientasi pada persatuan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah.

Ia berharap IPTB membangun komunikasi serta kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan lainnya.

Ketua IPTB Mimika periode 2026–2031, Samuel Takendare, S.H., menyampaikan terima kasih kepada Ketua IKKT beserta jajaran pengurus, para ketua pilar kampung, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembentukan organisasi hingga pelantikan dapat terlaksana.

Menurutnya, pelantikan tersebut merupakan langkah awal bagi generasi muda Tanimbar untuk membangun organisasi yang terarah, terstruktur, dan memiliki landasan hukum yang jelas.

Samuel mengakui bahwa proses pembentukan organisasi tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk kendala komunikasi dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Namun, ia menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi bersama.

Ia menjelaskan, salah satu prioritas kepengurusan IPTB adalah menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), melengkapi administrasi organisasi, serta memperkuat koordinasi dengan IKKT sebagai induk organisasi.

Selanjutnya, IPTB akan mengupayakan pendaftaran resmi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui instansi yang berwenang agar memperoleh legalitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Samuel, legalitas organisasi penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya.

Selain itu, pengurus IPTB akan menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang yang berorientasi pada penguatan internal organisasi, pemberdayaan generasi muda, serta peningkatan partisipasi masyarakat Tanimbar dalam pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Ketua IKKT, jajaran pengurus, serta para ketua pilar kampung dan kecamatan agar setiap program dapat direncanakan dan dilaksanakan secara terarah.

Samuel berharap IPTB dapat menjadi wadah pemersatu generasi muda Tanimbar sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, solid, dan saling mendukung di Kabupaten Mimika.

NUEL