Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika sejak awal terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah itu.
Kini berkat dukungan kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, Dinas Koperasi dan UKM Mimika sukses meraih pencapaian hingga level nasional.
Capaian ini dinilai menjadi modal penting untuk terus meningkatkan daya saing produk lokal Mimika hingga menembus pasar internasional atau level dunia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika Samuel Yogi, S.H., M.H., dalam pernyataannya menegaskan komitmen Pemerintah daerah dalam mendukung pelaku UMKM kini telah memberikan hasil yang positif.
Kendati demikian, pihaknya tetap berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di daerah tetap harus terus diperkuat sehingga memberikan hasil yang maksimal bagi daerah.
Dijelaskan Samuel, dukungan Bupati Johannes Retton dan Wakbup Emanuel Kemong tercermin dalam berbagai program pengembangan usaha, pembinaan pelaku UMKM, hingga penyediaan ruang promosi bagi produk lokal Mimika.
“Beliau berdua sangat mendukung. Dan ini menunjukkan komitmen luar biasa sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Mimika semakin maju pesat,” sahutnya di Timika, Selasa (28/10/2026).
Samuel Yogi menekankan, bahwa potensi ekonomi Mimika yang besar ini harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk lokal yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Ia pun optimis, produk UMKM Mimika tidak hanya menjadi konsumsi pasar lokal dan nasional, tetapi diyakini mampu berkembang menjadi oleh-oleh khas daerah yang dikenal luas dan mendunia.
“Emas kita bisa mendunia, maka produk UMKM Mimika juga harus mendunia. Karena itu, dukungan Bupati dan Wakil Bupati, kolaboasi lintas sektor serta kerja keras dan kerja nyata kita akan sukses membawa UMKM naik kelas hingga mendunia,” tegasnya.
Lebih lanjut, urai Samuel, Dinas Koperasi-UKM Mimika hingga kini terus memperluas ruang pemasaran melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan PT Freeport Indonesia.
Saat ini, sebanyak 31 outlet telah dibuka melalui kerja sama pihaknya dengan asosiasi UMKM untuk membantu memasarkan produk lokal.
Kedepan, Pemda menargetkan perluasan pemasaran sehingga produk unggulan Mimika memiliki akses lebih besar ke pasar nasional dan berpeluang menjangkau pasar internasional.
Optimisme tersebut turut didukung capaian Pemkab Mimika dalam Koperasi Awards 2026.
Pada ajang yang diselenggarakan Kementerian Koperasi di Jakarta, Agustus lalu, Bupati Johannes Rettob menerima penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, sedangkan Samuel Yogi menerima penghargaan Bakti Koperasi Satya Bhakti Pamong Artha.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen dan kontribusi dalam pengembangan koperasi.
Namun, capaian itu juga menghadirkan tantangan untuk memastikan pembinaan dan pengembangan usaha benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen penguatan UMKM juga diwujudkan melalui Festival UMKM Mimika 2026 yang digelar pada 10 – 12 Agustus lalu di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika.
Kegiatan tersebut melibatkan 125 pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi-UKM Mimika, sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal, mulai dari kuliner khas, noken, kerajinan tangan, ukiran, hingga aksesori.
Bagi Samuel, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan mulai dari peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, hingga perluasan akses pemasaran.
Ia berharap pelaku UMKM, baik dari tujuh suku asli Papua maupun masyarakat Nusantara yang bermukim di Mimika, dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM Mimika harus terus bangkit dan semakin berdaya saing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
EHO












