Koreri.com, Sorong – Berkepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda ke 98 tahun 2026, Yayasan Bersama Satu Harmoni (YBSH) melakukan edukasi kepada pelajar cinta lingkungan di Papua Barat Daya (PBD) dengan mengusung tema, “Jaga Hutan, Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan”.
Edukasi menyasar pelajar tersebut dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan edukasi yang dikemas dalam bentuk wisata lingkungan mengajak pelajar dari SMA Muhammadiyah Sorong, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Sorong, SMK Negeri 1 Kota Sorong, SMK Negeri 3 Kota Sorong, SMA Negeri 3 Kota Sorong, SMK Negeri Kabupaten Sorong dan SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong.
Wisata lingkungan ini meliputi studi lapangan dan pengamatan kontekstual lokasi karhutla di kawasan hutan sagu, Jalan Kontainer, SP 2 Kabupaten Sorong, Sabtu (31/10/2026).
Pihak YBSH menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya untuk menjelaskan tentang penyebab terjadinya kebakaran.
Dilanjutkan dengan penyampaian materi Dinas Lingkungan Hidup PBD dan Kementerian Agama Kota Sorong di Lapangan Futsal Banyu Langit, SP 2 Kabupaten Sorong untuk memperdalam materi tentang antisipasi serta pencegahan terjadinya kebakaran.

Ketua YBSH Syamsudin Djohan, S.H mengatakan, melalui pendekatan ecotheology, para pelajar diajak memahami hubungan antara pelestarian alam, tanggung jawab manusia, dan nilai-nilai spiritual.
Pihaknya mengajak generasi muda meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi ekoteologi, menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada aktivitas pendidikan hingga siswa harus belajar dari rumah.
Tujuan edukasi ini untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Menurutnya, karhutla menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan semakin serius dan membutuhkan kepedulian bersama, terutama dari generasi muda.
“Anak-anak kembali harus belajar dari rumah akibat persoalan lingkungan. Ini menjadi perhatian kita bersama, sehingga perlu ada edukasi agar mereka memahami pentingnya menjaga alam,” ujar Syamsudin.
Mantan anggota DPR Kota Sorong itu menegaskan, komitmen menjaga lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
Karena itu, para pelajar juga membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen moral untuk menjaga kelestarian alam.

“Ini bukan sekadar tanda tangan simbolis. Kami berharap tumbuh kesadaran dalam diri anak-anak bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan,” imbuhnya.
Syamsudin berharap komitmen para pelajar tersebut dapat diteruskan kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat sebagai pesan bahwa masyarakat Papua Barat memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia juga berharap kegiatan serupa mendapat dukungan lebih luas agar edukasi lingkungan dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran itu harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tumbuh dengan kepedulian dan komitmen nyata terhadap lingkungan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua komunitas Siswa Pecinta Alam (SISPALA) Kabupaten Sorong, Indri Veronika mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan Yayasan Bersama Satu Harmoni.
Indri menuturkan, edukasi pencegahan Karhutla sangat bermanfaat bagi pemuda dan pelajar PBD, terutama di Kota dan Kabupaten Sorong sebagai alarm menjaga hutan.
“Dengan kegiatan hari ini, kami mendapat ilmu baru, edukasi yang dapat memberikan pemahaman agar generasi muda punya tanggung jawab menjaga alam tetap hijau,” ucap Indri.
Perwakilan Siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong itu mengharapkan kepada masyarakat untuk harus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan membakar lahan secara sengaja.
KENN












