Koreri.com,Manokwari– Persiapan Panitia pelaksanaan side even W20 dan Y20 tingkat Provinsi Papua Barat sudah mencapai 80 hingga 85 persen.
Ketua panitia W20 Y20 Provinsi Papua Barat Melkias Werinussa,S.E.,M.H menjelaskan bahwa kesiapannya dalam melaksanakan even berskala internasional ini sudah dibagi tugas setiap seksi dan bidang masing-masing.
“Jadi persiapan panitia lokal sudah mencapai 80 sampai 85 persen, kami laksanakan tugas kami sesuai tugas yang diberikan, nanti sisa 15 persen merupakan tugas panitia nasional,”jelas Werinussa dalam konferensi persnya didampingi Wakil Ketua panitia Prof Dr Charlie D. Heatubun,S.Hut.,M.Si, kordinator seksi kesekretariatan Dr Onasius Matani,S.Hut.,M.Sc, Ketua pelaksana Y20 Papua Barat Hans L. Mandacan,S.IP.,M.Si di Sekretariatnya, Rabu (1/6/2022).
Dijelaskan Warinussa kegiatan W20 akan dilaksanakan dari tanggal 7-9 Juni 2022 sedangkan Y20 berlangsung tanggal 17 – 19 Juni 2022.
Panitia daerah mempersiapkan tempat, penjemputan, acara lokal yang akan dikunjungi sedangkan event termasuk peserta kewenangan panitia nasional. Manokwari mendapat dua kegiatan yaitu W20 dan Y20, provinsi lain hanya memperoleh satu kegiatan.
Untuk mempersiapkan itu maka panitia mengagendakan kegiatan kerja bakti dengan melibatkan masyarakat serta organisasi-organisasi lainnya membersihkan spot-spot seperti Pulau Mansinam, Kota Manokwari serta sejumlah tempat lainnya yang akan dikunjungi dalam side event tersebut.
Terkait dengan biaya yang dianggarkan Melkias Werinussa menjelaskan bahwa sebenarnya dapatkan awalnya berkisar sekitar Rp 5,2 M, kemudian mereka minta kepada pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Gubernur pada saat itu Drs Dominggus Mandacan, M.Si untuk menghibahkan anggaran dengan mempertimbangkan hal lain dan rasionalisasi anggaran, gubernur menyetujui Rp8,5 M.
Dikatakannya bahwa panitia inti menyusun, kemudian informasi yang dari panitia nasional khusus W20 akan datang lima istri kepala Negara.
‘’Ketika kami mendapat informasi, bahwa yang datang itu lima istri kepala negara tentunya protokol keamanan berubah. Protokol keamanannya harus VIP pengamanannya dikomandoi Kodam XVIII Kasuari, artinya mulai datangnya sampai dan seterusnya itu VVIP, sehingga kami mengundang kembali seksi-seksi yang ada, kami minta kira-kira kalau dengan kedatangan lima istri kepala negara ini itu biayai seperti apa, kami meminta masing-masing seksi merumuskan, dari pihak keamanan meminta VIP yang dilakukan jumlah personilnya 915 orang kalau tidak salah, itu keputusan rapat waktu itu,’’ jelasnya.
Kemudian panitia menghitung, orang yang datang, personel perlu makan minum, lalu fasilitasi kendaraan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini tamu negara, kemudian makan, minumannya harus di datangkan dari Jakarta, itu konsekuensi.
Asisten II Setda Papua Barat itu merincikan, berdasarkan analisa masing-masing seksi biayanya membengkak menjadi Rp10 M lebih yang disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pj Gubernur Papua Barat Drs Paulus Waterpauw,M.Si merupakan akumulasi dari seluruh kegiatan dengan catatan lima istri kepala negara.
Namun dalam perkembangannya ada penetapan orang yang datang tergantung dari penetapan panitia nasional baik W20 maupun Y20, perkembangan informasi dari panitia nasional Jakarta, tidak jadi istri kepala negara diganti dengan istri kedutaan besar. Dengan demikian teman-teman di Kodam meminta di rolling level pengamanannya, turun ke tingkat biasa dilakukan oleh kepolisian.
‘’Proses ini kami lagi lakukan untuk pengembalian seperti itu, sehingga tentu dengan anggaran yang awalnya direncanakan Rp10 M tidak seperti itu, kita rasionalkan. Sampai sekarang kita dengan kekuatan di Rp4,8 M,’’ sambungnya.
Menurutnya dari anggaran yang menyusut hingga 5,2 persen atau Rp 4,8 M itu dibagi, karena konsekuensi menerima dua kegiatan W20 dan Y20 di Provinsi Papua Barat semua pembiayaan panita daerah tanggung.
‘’Untuk menanggung itu, kita membagi dari Rp 4,8 M, 1 M untuk W20 Rp1 M untuk panitia nasional Y20. Kita serahkan acara mereka urus, kita terima bersih yang kita atur panitia lokal itu, akomodasi di sini, penjemputan ke titik-titik lokasi yang mereka kunjungi , nanti ada city view ada kunjungan ke pulau Mansinam, itu kelola dari Rp2,4M, panitia sekitar 100 lebih semua stakeholder ada di dalamnya,’’ jelasnya.
Lanjutnya, bahwa sekarang panitia merevisi yang ketiga. Dengan hadirnya Penjabat Gubernur, Paulus Waterpauw mengarahkan kira-kira seperti apa, panitia memahami untuk melakukan perubahan termasuk melakukan perubahan koordinator keamanan dari TNI angkatan darat dipindahkan ke kepolisian.
‘’Alokasi dana yang sekarang kita pegang itu Rp4,8 miliar untuk pelaksanaan dua kegiatan ini. Di mana nanti W20 dilaksanakan pada tanggal 7 sampai tanggal 10 Juni 2022 yang pemudanya (Y20) dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 19 Juni 2022,” ujarnya.
Ditambahkan armada laut yang akan dipakai untuk mengakut delegasi melihat situs religius di Pulau Mansinam panita daerah menyediakan KM Bahari Ekspress, karena lebih representatif dan cukup banyak mengangkut penumpang.
KENN































