Korericom, Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. Teguh Muji Angkasa, diwakili Aspers Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm. Wahyudi Dwi Santoso, menerima sekaligus memberikan pembekala Bintara Otsus di Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Jayapura, Senin (27/06/2022).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman, mengatakan sebanyak 600 personel Bintara Otsus telah tiba di Jayapura dan akan melaksanakan tugas di wilayah hukum Kodam XVII/Cenderawasih.
“Sebelum melaksanakan tugas, Personel Bintara Otsus akan mendapat pembekalan di Rindam XVII/Cenderawasih untuk memahami kebijakan Pimpinan dan mengetahui tugas-tugas yang akan dilaksanakan,” kata Kapendam.
Sementara itu, dalam arahannya Asisten Personel (Aspers) Kasdam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm. Wahyudi Dwi Santoso, meminta kepada personel Bintara Otsus untuk menunjukkan sikap yang baik dan dapat menjadi contoh kepada warga masyarakat di wilayah Papua yang lain.
“Selamat datang kepada Bintara Otsus di Kodam XVII/Cenderawasih. Saya mengharapkan agar para Bintara Otsus peduli dan mengenali daerah dimana bertugas dan lupakan masa-masa ketika berada di kesatuan lama,” kata Kolonel Arm. Wahyudi Dwi Santoso.
Aspers Kasdam XVII/Cenderawasih mengingatkan kepada seluruh personil bintara otsus untuk tidak membuat masalah, hindari pelanggaran hukum dan harus disiplin dengan tidak berkelahi, mabuk-mabukan, asusila dan tidak hadir tanpa ijin (THTI).
“Saya berpesan kepada personil Bintara Otsus jangan membuat pelanggaran dimanapun bertugas dan isi dengan prestasi di satuan, melakukan pembinaa kepada masyarakat menjadi TNI, sehingga bisa mengabdi kepada NKRI dan jaga kondisi fisik dengan berolahraga sehingga setiap prajurit siap dalam melaksanakan tugas,” pesan Aspers.
Dijelaskan, 600 personil bintara otsus akan ditempatkan di Korem 172/PWY, Korem 173/PVB dan Korem 174/ATW.
“Diharapkan ditempat tugas baru dapat lebih meningkatkan kualitas tugas pembinaan teritorial TNI AD dan membantu permasalahan dan kesulitan masyarakat, dengan bekal pengetahuan dan kemampuan sebagai putra Papua tentunya proses komunikasi dan interaksi dengan masyarakat akan lebih baik dan mudah diterima,” pungkasnya.
PDC-17
























