Koreri.com, Jayapura – Sepuluh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pamerkan hasil usaha kerajinan di lokasi sarasehan kongres masyarakat adat nusantara (KMAN) VI, Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (25/10/2022).
Kepala bidang ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard Nahumury, mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kampung enggros menyiapkan 12 stand untuk para pelaku UMKM pamerkan hasil usaha kuliner dan souvenir bagi para pengunjung di lokasi sarasehan KMAN VI pulau metudebi kampung enggros.
“Kami bekerjasama dengan pemerintah kampung dan siapkan 12 stand namun 10 pelaku yang mengisi stand yang sudah disiapkan,” kata Richard Nahumury saat ditemui di lokasi sarasehan.
Dari 10 pelaku UMKM, kata Nahumury, 4 pelaku UMKUM merupakan binaan dinas pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jayapura dan 6 pelaku UMKM binaan masyarakat adat kampung enggros.
“Karena kegiatan sarasehan ini hajatan masyarakat adat sehingga kami serahkan semuanya diatur oleh pemrintah kampung dimana hanya 4 pelaku UMKM binaan Dinas Pariwisata yang ada, sisanya itu binaan masyarakat adat kampung enggros,” ujarnya.
Sementara itu, Salahsatu pelaku UMKM, Arlince Haay, mengatakan hasil kerajinan tangan usaha kulit kerang dipamerkan untuk mendukung sukses pelaksanaan KMAN VI wilayah adat tabi.
“Semoga kongres masyarakat adat nusantara ini bisa mengangkat hasil karya UMKM lokal Papua, khususnya kampung enggros,” kata Arlince Haay saat dilokasi sarasehan kampung enggros.
Menurutnya, hasil kerajinan usaha kulit kerang khas kampung enggros dimana bahan kerang diambil dari laut pada waktu air surut.
“Jadi, waktu air surut kita pergi cari kerang dan isinya dimakan sementara kulit dibuat pernak-pernik,” ujarnya.
“Kulit kerang kita buat gantung kunci, anting, bingkai jam dinding, bingkai foto, tempat tisu, kalung serta berbagi bentuk usaha lainnya,” sambung mama arlince.
Selain usaha kulit kerang, mama Arlince Haay, juga pamerkan usaha topi adat berbahan bulu ayam dan sisir.
“Topi bulu ayam dipakai oleh laki-laki dan sisir bambu oleh perempuan pada saat kegiatan dan penyambutan tamu di kampung enggros,” katanya.
Pantauan dilapangan, pelaku UMKM juga pamerkan usaha noken Papua khas kampung enggros, kain batik portnumbay, ukiran kayu, kopi papua serta berbagai macam kuliner serta souvenir.
“Pendapatan usaha kami sebulan Rp. 2 juta, semoga dengan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ini bisa menambah pendapatan kami,” pungkasnya.
EHO






























