Tiga Komoditi Ini Jadi Focus BI Bangun UMKM di Teluk Bintuni

WhatsApp Image 2021 03 29 at 23.01.48
Audens Kepala Perwakilan BI Papua Barat dengan Bupati Teluk Bintuni di Aula BI Papua Barat, Senin (29/3/2021). (Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari– Setelah dua kali menggelar audens bersama Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T maka  Bank Indonesia (BI) mulai focus pada tiga komoditi unggulan untuk mendorong kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Rut W. Eka Trisilowati kepada media ini mengatakan, pihak masih mencoba tiga komoditi unggulan yang merupakan kearifan lokal di daerah Sisar Matiti.

“Kepiting, Udang dan Mangrove, tiga komoditi ini kita coba dulu, jangan besar-besar dulu supaya dapat diaplikasikan ke teman-teman UMKM lainnya.” kata Eka Trisilowati kepada media ini usai audens dengan Bupati Petrus Kasihiw di Aula BI Papua Barat, Senin (29/3/2021).

Menurut Eka, BI pernah membina di Kabupaten Teluk Bintuni tetapi masih perlu revitalisasi untuk melihat posebilitinya supaya memproduksi Kepiting, Udang serta Mangrove menjadi kebutuhan masyarakat dan dapat mendorong kemajuan ekonomi.

Menurutnya, hutan di Kabupaten Teluk Bintuni 40 persen komposisinya mangrove sehingga perlu digali supaya sumber daya alam dapat digunakan sebaik mungkin untuk UMKM.

Niat baik Bank Indonesia untuk memajukan sektor ekonomi ini mendapat respon positif dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T saat ditemui koreri.com usai audens dengan BI Perwakilan Papua Barat mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh langkah maju yang dilakukan pihak Bank Indonesia.

‘Sasaran kita memberdayakan ibu-ibu untuk mengelolah potensi lokal yaitu, Mangrove, Udang dan Kepiting, jika perhatikan dari kebijakan BI itu, memang tujuan akhir adalah bagaimana ekonomi rumah tangga dapat tumbuh dan hidup, apalagi ditengah pandemi COVID-19 ini.” Ucap Bupati.

Karena itu, perlu dilakukan pendampingan, pembinaan dan dukungan modal usaha dari pihak Bank Indonesia.

Diakui Kasihiw bahwa 5 tahun lalu pernah dilakukan kerjasama dan pembinaan unit usaha di Teluk Bintuni, salah satunya yang dibiayai pihak gereja (GKI) namun belum berjalan maksimal sehingga perlu dibenahi kembali.

Hadir dalam audens tersebut mantan kepala badan pemberdayaan masyarakat dan Kampung di Kabupaten Teluk Bintuni Lince Idorway, memberikan masuk kepada pihak BI karena dia punya segudang pengalaman membina UMKM serta mengelola produk-produk lokal di daerah tersebut.

KENN