Waspada Varian Baru Vaksinasi COVID-19 Solusinya

WhatsApp Image 2021 12 03 at 06.20.58
Jubir Satgas COVID-19 Provinsi Papua Barat dr Arnold Tiniap.(Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari– Kasus corona virus disease 2019 (COVID-19) dilaporkan menurun pada awal bulan Desember 2021 ini di Provinsi Papua Barat, namun masyarakat diminta tidak lengah dalam menerapakan protokol kesehatan (Prokes).

Juru bicara gugus tugas satgas COVID-19 Provinsi Papua Barat dr Arnold Tiniap mengatakan, meski kasus virus corona menurun tetapi masyarakat waspada karena ada varian baru yang muncul lagi.

Karena perkembangan akhir-akhir ini beberapa negara asean seperti hongkong dan lainnya sudah ada varian baru itu dikhawatirkan jangan sampai sudah berada di Indonesia, sebab itu harus waspada.

“Gejalanya itu tidak seperti varian delta atau yang sebelumnya tetapi varian ini dominan pada lelah, jadi nanti kita amati dan lihat misalnya ada kasus-kasus yang positif corona kemudian yang bersangkutan itu lebih banyak lelah maka bisa dipikirkan kea rah varian baru itu,” kata dr Arnold kepada awak media di Manokwari, Kamis (2/12/2021).

Tetapi untuk memastikan varian baru itu sudah ada di Indonesia dan Papua Barat maka dilakukan pemeriksaan genome sequence seperti awal memastikan penyebaran virus varian delta dan hanya diperiksa pada beberapa laboratorium di Jakarta.

Dengan informasi yang beredar tentang penyebaran varian virus corona baru kemudian situasi di Papua Barat maka yang penting diharapkan dari masyarakat yaitu vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) serta memberikan peningkatan imun tubuh manusia.

Arnold Tiniap menegaskan bahwa tak dipungkiri jika ada peningkatan COVID-19 dan ada yang terpapar namun kemungkinan angka kesakitan itu semakin rendah.

Direktus RS Provinsi Papua Barat ini mengapresiasi langkah ppemerintah bersama TNI/ Polri dan sejumlah pihak gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat dalam rangka mencapai herd imunitty terhadap masyarakat.

Karena kalau hanya duduk tenang dan menunggu kesadaran masyarakat tentang ancaman bahaya COVID-19 ini sangat sulit, masyarakat lebih percaya informasi hoax yang beredar di media sosial ketimbang menyelematkan kesehatan tubuh mereka.

Diharapkan masyarakat lebih percaya program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan bersedia divaksin sehingga ada perlindungan dalam tubuhnya masing-masing.

KENN