Koreri.com,Manokwari– Perayaan malam takbiran menyambut hari raya idul fitri 1443 Hijriyah/2022 masehi sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.
Meski PHBI Kabupaten Manokwari dan pihak kepolisian mengijinkan pawai takbiran tetapi kendaraan roda dua dilarang mengikuti kegiatan tersebut.
Selain masih dalam suasana pandemi COVID-19, juga berdasarkan pengalaman setiap tahun selalu terjadi kecelakaan lalu lintas bahkan sampai merenggut nyawa.
Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom,S.I.K.,M.Si saat dikonfirmasi melalui Kasat Lantas IPTU Subhan Sirajudin Ohoimas,S.H membenarkan kendaraan roda dua tidak diijinkan mengikuti pawai menyambut kemenangan umat muslim tersebut.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan PHBI Kabupaten Manokwari maka malam takbir keliling kendaraan roda dua tidak diijinkan untuk diikut dalam kegiatan ini, tujuannya untuk minimalisir kecelakaan lalu lintas yang terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya,”kata IPTU Subhan Ohoimas saat ditemui awak media di Pos PAM Polres Manokwari Sinar Suri, Sabtu (30/4/2022) dini hari.
Dijelaskan Subhan bahwa kendaraan roda dua jauh punya resiko yang tinggi terhadap timbulnya kecelakaan lalu lintas sehingga antisipasi lebih awal.
Untuk mengantisipasi, Satlantas Polres Manokwari akan melakukan razia terhadap kendaraan roda yang menggunakan knalpot racing, kemudian pada saat pawai takbiran akan dikawal juga motor patroli.
“Jika ada kendaraan roda dua yang mau mencoba menyusup masuk dalam rombongan takbiran maka langsung ditindak, karena kita hindari terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Kasat Lantas berharap truck tidak digunakan dalam malam takbir keliling, pasalnya saat ini pihaknya sedang gencar-gencar mensosialisasi tentang over load over dimensi (ODOL).
Kalau pun truck digunakan tidak boleh ada manusia didalamnya, karena baru saja terjadi kecelakaan lalu lintas maut di jalan trans Manokwari – Pegaf, sehingga penyambutan hari kemenangan umat muslim dinodai kejadian yang tidak diinginkan bersama.
Untuk mengantisipasi kemacetan pada saat malam takbiran keliling dengan rute star Masjid Fasharkan TNI AL menuju Jalan Merdeka dan finis di Lapangan Borasi, pihak Polres Manokwari akan melakukan rekayasa arus lalu lintas.
“Sama-sama kita menghargai karena Kota Manokwari tidak memiliki jalur alternatif sehingga beberapa rekayasa lalu lintas terhadap pengalihan arus sampai mungkin diberhentikan petugas di lapangan, pengendara lain jauh lebih memahami bahwa ini adalah sebuah kebutuhan terhadap siar atas kemenangan yang diraih oleh umat muslim selama melaksanakan ibadah puasa satu bulan,” pungkasnya.
Ditambahkan Kasat Lantas, rekayasa arus lalu lintas akan dialihkan melalui Brawijaya karena ruas jalan Merdeka dan Jenderal Sudirman mengalami peningkatan pada saat sore hingga malam hari.
Kendaraan yang diikutkan dalam malam takbiran nanti dibatasi, “hanya 25 sampai 30 kendaraan saja dan kami akan melakukan penutupan terhadap pengawalan tersebut,” tambahnya.
KENN































