Fokus  

Latuconsina Akui Pengerjaan Jembatan Wai Pulu – Wai Tunsa Terkendala Hujan

IMG 20220712 WA0001

Koreri.com, Ambon – Proses pengerjaan jembatan penghubung di sungai Wai Pulu dan Wai Tunsa di di Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku hingga kini masih terus berlangsung.

Hanya saja, saat ini sementara terhenti karena terkendala tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah itu.

“Jadi, pekerjaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional masih sementara jalan. Hanya sekarang ini pekerjaan kita terkendala akibat tingginya curah hujan yang terus turun dan membanjiri hampir sebagaian besar wilayah Maluku maka kita sementara waktu stop pekerjaan dulu,” terang PPK II BPJN Maluku Rizal Latuconsina kepada Koreri.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (11/7/2022).

Bahkan, lanjut dia, pihak pekerja masih tetap berada di lokasi sekaligus memantau terkait dengan debit air yang terjadi.

“Kalau soal jembatan darurat, memang kemarin debit air cukup tinggi sehingga menyebabkan salah satu bentang terlepas dan sementara diperbaiki. Tetapi dengan curah hujan seperti begini, kita juga kesulitan dalam proses perbaikan,” lanjutnya.

Sementara terkait arus transportasi, menurut Latuconsina, tetap berjalan lancar-lacar saja.

“Dan itu kita bantu dengan semua alat kita yang ada di sana agar setiap kendaraan maupun orang yang lewat sungai Wai Pulu dan Wai Tunsa tetap melintas dengan selamat. Dan karena kita tidak mau ada keluhan dari pengendara maupun masyarakat yang melintasi aliran sungai tersebut,” tambahnya.

Latuconsina pun berharap adanya dukungan doa dari masyarakat.
“Harapan saya sekarang ini cuma masyarakat disana bantu kita Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku dengan doalah agar curah hujan berkurang sehingga kita bisa berkerja dengan maksimal,” pintanya.

Terkait soal penambahan atau perluasan, diakui Latuconsina, tidak ada opsi itu.

“Karena kita tahu bersama bahwa arus air sungai Wai Pulu dan Wai Tunsa kadang ini berubah, jadi untuk sementara kita pakai devising ide pembangunan yang awal itu saja. Jadi, bagaimana kalau curah hujan sudah tinggi maka air bisa bawa batu maupun pohon-pohon, tapi sekarang ini memang masih aman-aman saja,” sambungnya.

Kendati demikian, Latuconsina memastikan pihaknya akan terus bekerja semaksimal mungkin agar pekerjaan jembatan dimaksud bisa rampung.

“Kita mau jembatan ini bisa dikerjakan dan bisa selesai secepatnya dan bisa dinikmati masyarakat yang ada di sana. Jadi semua ini butuh kesabaran kalau tidak bisa sabar dan mau cepat – cepat selesai maka nanti juga yang susah bukan kita saja, tapi juga bagi pengendara maupun masyarakat yang melintasi jembatan tersebut,” tukasnya.

JFL