Koreri.com,Manokwari– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Caritas Papua dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mah-Eisa Manokwari menggelar Kuliah Umum di Ballroom Hotel Valdos Manokwari, Rabu (7/12/2022).
Hadir sebagai pemateri dalam kuliah umum ini Putri Wakil Presiden RI KH Ma’aruf Amin, Dr. Hj. Siti Nur Azizah Ma’ruf,S.H.,M.Hum dengan topik “Upaya deteksi dan respon dini konflik sosial keagamaan di Indonesia”
Ketua STIH Caritas Papua Dr. Robert K.R. Hammar, S.H.,M.Hum.,M.M.,CLA dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa yang aktif di dua instansi ini lebih dari 1.000 orang, saat ini juga Yayasan Caritas Papua juga terus melakukan peningkatan-peningkatan kualitas pendidikan.
“Jumlah mahasiswa di STIE Mah-Eisa lebih dari 1.000 mahasiswa dan yang aktif 700 orang , sedangkan STIH Caritas Papua memiliki 500 mahasiswa dan yang aktif sebanyak 400 mahasiswa. Dan sebanyak 19 dosen yang aktif”, jelasnya.
Roberth berharap, topik yang di paparkan pada hari ini agar mahasiswa lebih memahami keberagaman agama di Indonesia.
“Kuliah ini sangat penting dimana Indonesia memiliki budaya dan agama yang beragam. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberi pengetahuan mengenai keberagaman di Indonesia”, tutur Hammar.
Sementara Dr. Hj. Siti Nur Azizah Ma’ruf,S.H.,M.Hum memaparkan picuan konflik yang sering terjadi di Indonesia baik agama, sosial, politik, ekonomi yang sering kali muaranya mengatas namakan agama. Lagi-lagi karena pemahaman agama yang bersifat formalitas.
“Nilai-nilai berbangsa dan bernegara sudah tercantum dalam Pancasila yang diharapkan menjadi negara yang terbuka dalam akses masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat”, pungkasnya.
Peran dari perguruan tinggi dalam bidang pendidikan sangat penting dalam memberi pemahaman akan keberagaman dan pemikiran yang lebih kritis untuk menyaring informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
“Peran perguruan tinggi dan pendidikan sangat penting untuk menghasilkan generasi yang berfikir kritis dalam menyaring hal baru yang muncul, guna mengurangi isu yang dapat memecah belah kesatuan”, ucap Siti.
Diharapkan instansi ini betul-betul menyiapkan SDM yang punya critical thinking dan adaptasi yang baik juga menghadirkan self confidence untuk menghadirkan pemimpin nantinya terutama dalam melihat konflik agama di Indonesia.
KENN














