Koreri.com, Jakarta – Program literasi Artificial Intelligence (AI) sinergi antara Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) mendapat sambutan positif masyarakat luas dengan banyaknya jumlah peserta yang membludak.
Bayangkan saja, hanya dalam waktu singkat sejak pendaftaran dipublikasi oleh Grasberg Academy sebagai mitra pelaksana, pendaftar pertama mencapai 277 orang dan melampaui kuota yang ditetapkan yakni 170 peserta.
Antusiasme ini menjadi sebuah bukti bahwa literasi AI sudah menjadi salah satu titik fokus kompetensi dan kebutuhan anak-anak muda Papua di rentang usia produktif dan melampaui ekspektasi (harapan, Red.) awal program literasi tersebut digulirkan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa AI atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan “Akal Imitasi” ini memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat yang memahaminya.

Seperti diketahui, AI secara langsung meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja secara signifikan dengan otomatisasi menjadi kekuatannya.
Disamping itu, pengolahan dan analisa data dapat dilakukan dengan cepat dan memotong pekerjaan repetisi (berulang, Red.) yang menghabiskan banyak waktu.
Di bidang pendidikan, AI memberikan kontribusi yang sangat besar mulai dari literasi dasar seperti baca tulis hingga literasi lanjutan dan beberapa kontribusi positif lainnya.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otsus Papua Dr. Velix V. Wanggai, S.IP., M.P.A., mengapresiasi semangat anak-anak muda Papua untuk mempelajari hal baru.
Dalam sambutannya saat membuka pelatihan di Hotel Horison Diana, Timika, Papua Tengah, Kamis (30/4/2026), Velix menekankan tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua.
“Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua. Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia. Kolaborasi hari ini adalah bukti bahwa Ketika pemerintah, swasta, dan komunitas bergerak serentak maka dampak positif akan tercipta lebih cepat dan berkelanjutan,” bebernya.
Aplikasinya dalam bidang bisnis, kesehatan, dan transportasi sangat signifikan dan bahkan militer pun telah mengadopsinya.
Selain itu, Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia Engel Enoch menegaskan bahwa keberlanjutan sejati lahir dari pemberdayaan manusia.
Ia mengatakan AI Ignition Training membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Hal ini sejalan dengan langkah PTFI dalam mengembangkan talenta muda Papua agar memiliki keterampilan yang relevan, daya saing global, serta kepercayaan diri untuk menciptakan solusi lokal yang berdampak nasional.

“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis di masa depan,” kata Engel.
Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot menilai pelatihan ini sebagai langkah konkret dalam menghadapi era digital yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan kompetensi tinggi.
“Keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari proses, tetapi dari implementasi nyata setelah kegiatan berakhir,” harapnya.
Sejumlah peserta kepada Koreri.com mengaku sangat senang dan bangga dengan adanya pelatihan AI ini.
“Pokoknya kami senang sekali bisa ikut pelatihan ini dan sangat positif. Dan tentu juga bangga karena Timika menjadi kota pertama di Tanah Papua yang melaksanakan kegiatan sebesar ini,” ucap mereka seraya berharap ada kelanjutan dari pelatihan ini.

Dengan segala keuntungan dan sisi positif yang ditawarkan, literasi AI yang digagas oleh KEPPOKP di Tanah Papua dan didukung oleh PTFI dipandang sudah sesuai dengan harapan dari masyarakat luas dengan fokus pada anak muda Papua, khususnya di Timika.
Selain itu, pelaksanaan pelatihan literasi yang digulirkan oleh KEPPOKP dengan dilakukan perdana di Timika, Papua Tengah ini didukung oleh PTFI karena telah sejalan dengan program-program yang sudah digagas oleh perusahaan raksasa itu yang menyasar kesiapan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Seperti diketahui, PTFI melalui Corporate Social Responsibility (CSR) selalu mengedepankan program-program kerja yang memprioritaskan bidang pendidikan.

Diharapkan pelatihan AI ini menjadi kompetensi tambahan dan sebagai pelatihan tingkat advance (atas, Red.) melengkapi kurikulum pendidikan yang telah ada dan sedang berjalan saat ini.
Sebagai informasi tambahan, “AI Ignition Roadshow to Timika” yang difasilitasi oleh putra-putri terbaik Papua melalui Grasberg Academy juga mendapat dukungan dari beberapa lembaga terkemuka nasional dan internasional seperti, Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), AI Ignition Indonesia – KUMPUL, Google.org, Asian Development Bank (ADB), lembaga vokasi PTFI Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), Jasgo Academy dan Papuan Youth Creative Hub (PYCH).
Sinergi ini, memberi bukti bahwa kepedulian bagi pendidikan di daerah tidak hanya semata menjadi isu yang perlu dientaskan oleh seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua tetapi juga menjadi pekerjaan rumah bersama semua pihak yang memiliki kepedulian bagi kemajuan Tanah Papua dengan berbagai bentuk program-programnya dari yang paling dasar hingga yang paling advance.
TIM
























