Koreri.com, Bantul – Sampah masih menjadi masalah serius bagi Pemerintah dan masyarakat Indonesia.
Sampah orang per orang, rumah tangga hingga industri setiap harinya semakin bertambah jika belum ada penanganan yang baik dan terukur dari semua pihak.
Karena itu, kesadaran penanganan dan pengelolaan sampah harus sungguh-sungguh menjadi gaya hidup setiap orang untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan juga asri.
Hal itulah yang telah terlihat di wilayah Bantul Yogyakarta, dimana terdapat satu tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau yang disebut TPS 3R Go-Sari, Guwosari dan telah beroperasi sejak 2019 silam.
TPS 3R Go-Sari dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Guwosari Maju Sejahtera milik Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan merupakan mitra binaan Pertamina Patra Niaga Unit FT Rewulu.

Hidayat (67), salah seorang warga asal Kampung Kembang Gede Guwosari di Kelurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan pekerja di TPS 3R Go Sari sejak setahun lalu.
Pensiunan dari pabrik furniture ini mengatakan bahwa dari memilah sampah yang masuk kategori bosok, ia memperoleh penghasilan per hari sebesar Rp65 ribu yang dibayarkan setiap hari Sabtu.
Ia mengaku senang dan ikhlas menjalani pekerjaan sebagai seorang pemilah sampah plastik di TPS 3R Go Sari.
Pria yang dikaruniai 3 orang anak ini merasakan manfaat langsung dengan bekerja di TPS 3R Go Sari. Walaupun jumlah upah yang diterimanya masih tergolong kecil, namun ia bersyukur karena masih bisa menghasilkan uang setelah berhenti bekerja dari perusahaan furniture lantaran telah memasuki usia pensiun.
Bagian pekerjaan yang dilakukan Hidayat yaitu memilah-milah sampah jenis plastik, juga kaleng akan dipisahkan jika ada tutup botol.

“Saya memisahkan sampah plastik kalau ada botol minuman air mineral, penutup botolnya dipisahkan,” ungkapnya saat diwawancarai Suzan, jurnalis Koreri.com dalam agenda Media Visit ke Bantul Yogyakarta yang diinisiasi PT Pertamina Patra Niaga melalui Refinery Unit (RU) VII Kasim, Jumat (11/9/2026).
Hidayat juga menuturkan bagaimana setiap hari ia berangkat kerja menggunakan motor pribadi walaupun jarak antara rumah dan tempat kerja tidak terlalu jauh.
Ternyata salah satu alasan kenapa hal itu sengaja dilakukannya dengan maksud untuk membantunya menghemat tenaga.
“Ya.. saya juga tidak perlu mengeluarkan ongkos lagi karena sudah ada motor. Bensin motor juga dua minggu sekali baru diisi. Jadi saya bisa hemat untuk ongkos transportasinya juga tenaga saya sehingga pekerjaan yang saya lakukan bisa maksimal,” bebernya.
Hidayat juga merespon ketika disinggung soal apa yang menjadi harapannya dalam menjalankan profesinya.
“Harapan saya semoga kedepannya BUMDes Guwosari lebih eksis, lebih maju, dan semakin berkembang sehingga saya pun dapat menerima upah sebagai seorang pekerja juga akan bertambah,” harapnya.
Direktur BUMDes Berdikari Guwosari Maju Sejahtera Hendri, SE., mengatakan badan usaha desa ini bergerak dalam pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui beberapa unit usaha utama.

Salah satunya unit pengelolaan sampah yaitu TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle) Go-Sari atau biasa disebut TPS 3R Guwosari.
Menurut Hendri, hadirnya unit usaha tersebut berawal dari permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik dan juga adanya potensi partisipasi masyarakat di Kelurahan Guwosari.
“Awalnya di tahun 2019 hanya ada dua pekerja dengan jumlah seratus pelanggan,” ujarnya.
Lanjut Hendri, TPS 3R Guwosari mengusung konsep zero waste treatment artinya sampah ditangani di tingkat kelurahan tanpa membebani tempat pembuangan akhir.
Pelayanan yang diberikan TPS 3R Guwosari adalah dengan mengambil sampah di lokasi pelanggan dengan frekuensi pengambilan dua kali seminggu sebanyak 8 kali perbulan pengambilan dengan iuran pelanggan sebesar Rp40.000 per bulan (data IDN Times tahun 2026).
“Sampah diambil pukul 08.00 Wib dari rumah warga kemudian dikumpulkan di TPS 3R Go-Sari lalu dipilih dan dipilah sesuai jenisnya,” lanjutnya.
Untuk semua jenis sampah yang dipilah disebut dengan istilah unik yaitu bosok, rosok, popok dan godong thok.
“Bosok ini yang kami kelola artinya food waste. Itu kita kelola menjadi budidaya magot, magot kita jadikan pakan ayam petelur dengan hasil telur kualitas omega. Kita suplai untuk beberapa SPPG yang ada di Kaluran Guwosari. Kemudian ada juga yang rosok. Yang spesifik sampah HDPE kami kelola menjadi produk daur ulang seperti plastik, besi kardus dan kertas sedangkan popok dan godong thok (daun) nantinya diolah menjadi kompos,” urainya.

Sementara di lokasi TPS 3R Guwosari, pengelolaan sampah plastik didaur ulang dengan cara dimasak dan dicetak menjadi lembaran plastik dan dijadikan atap atau pagar rumah serta perabotan rumah tangga lainnya.
Saat ini, sambung Hendri, TPS 3R Go Sari mengelola kurang lebih 4 – 4,5 ton sampah per hari (atau mencapai sekitar 4 – 5 ton dari sekitar 1.500 hingga 1.554 rumah tangga atau mitra).
Kini, dari semua upaya yang dilakukan serta didukung penuh Pertamina Patra Niaga Unit FT Rewulu selaku mitra, BUMDes Guwosari mampu menghasilkan pendapatan Rp98 – 99 juta perbulan dengan catatan pendapatan kelompok hingga Rp1, 19 miliar per tahun.
Bumdes Guwosari saat ini juga mempekerjakan 27 orang yang telah didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Para pekerja juga melibatkan warga binaan Rutan II B Bantul untuk pembuatan eco-furniture.
Keberhasilan BUMDes Guwosari ini telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi warga sekitar yang juga tidak terlepas dari peran Pertamina Patra Niaga Unit FT Rewulu.
Hendri menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga FT Rewulu yang telah menjadikan TPS 3R Guwosari sebagai mitra binaan melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) sejak 2023.
Dan salah satu bentuk dukungan penting Pertamina Patra Niaga berupa program Guwosari recycle yang diberikan melalui pelatihan dan aplikasi Guwosari Lestari. Aplikasi ini sebagai media edukasi yang disediakan untuk pelanggan dan masyarakat yang ada di kalurahan Guwosari.

VP Community, Involvement, & Developmeny Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengakui BUMDes Guwosari telah menjadi bagian dari Program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satu program unggulan Pertamina Patra Niaga.
“Jadi melalui Program Desa Energi Berdikari ini, kami bersama-sama kelompok masyarakat binaan yang meng-inline-kan sumber energi bersih dengan usaha ekonomi masyarakat,” terangnya.
Untuk di lokasi Gosari ini, Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal (FT) Rewulu melalui program DEB bersama kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah menginlinekan dengan pengolah sampah.
“Nah disini uniknya, jadi akses atau sumber energi bersih ini kami inline-kan dengan pengolahan sampah. Kenapa? Karena sebelumnya, program CSR ini adalah memberikan solusi terhadap masalah lingkungan dan masalah sosial. Sehingga program Desa Energi Berdikari ini kami inline-kan dengan program pengolahan sampah,” beber Dian seraya menyebutkan bahwa sebelumnya di Kalurahan Guwosari dihadapkan pada masalah sampah yang tidak ditangani secara baik.
Di Guwosari inilah, sumber energi bersih diinlinekan dengan mesin di TPS 3R yang mengelola sampah organik dan anorganik.
TPS 3R Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang.
ZAN












