PELNI Minta Pemkab Mimika Ajukan Penambahan Kapal Jelang Natal 2026

Tiket Kini Bisa Dipesan H - 60

Sigit Sujatmoko Kepala Kantor Cabang PELNI Timika
Kepala Kantor Cabang PELNI Timika Sigit Sujatmoko / Foto : NUEL

Koreri.com, Timika – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Timika meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera mengajukan permohonan penambahan atau deviasi kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Kepala Kantor Cabang PELNI Timika Sigit Sujatmoko, mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan lebih awal mengingat Pomako merupakan salah satu pelabuhan transit bagi penumpang dari Merauke yang melanjutkan perjalanan menuju sejumlah wilayah di Maluku.

Hal itu disampaikan Sigit saat ditemui di Cafe Untuk Berjumpa Lagi, Jalan SP2 Timika, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, kapasitas kapal yang masuk ke Timika sebagian telah terisi oleh penumpang dari Merauke. Kondisi tersebut berpotensi membuat ketersediaan tempat bagi calon penumpang dari Timika semakin terbatas ketika memasuki masa puncak Nataru.

“Kalau dari Merauke sudah terisi 500, kita tersisa tinggal 500 atau 600. Ini yang sangat kami khawatirkan,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan, persoalan keterbatasan kapasitas tersebut pernah terlihat pada periode Nataru sebelumnya. Kepadatan penumpang bahkan terjadi pada 12 Desember 2025, ketika masih terdapat sekitar 13 hari sebelum Natal.

Karena itu, PELNI mendorong Pemkab Mimika mengambil langkah antisipasi sejak jauh hari melalui pengajuan deviasi maupun penambahan kapal.

“Harapan kami dari Pemda, segera mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk permohonan deviasi masuk Timika,” harapnya.

Rute yang dinilai perlu mendapat penguatan yakni Merauke – Timika – Dobo – Tual –Saumlaki – Ambon.

Menurut Sigit, sejumlah daerah tersebut menjadi tujuan perjalanan masyarakat Timika selama periode Nataru.

“Untuk Nataru, keluarga kita lebih banyak menuju Dobo, Tual, Saumlaki dan Ambon,” ujarnya.

Selain meminta Pemerintah melakukan antisipasi kapasitas kapal, Sigit mengimbau masyarakat tidak menunda pembelian tiket hingga mendekati hari keberangkatan.

Saat ini, PELNI secara bertahap telah membuka pemesanan tiket hingga 60 hari sebelum keberangkatan (H-60).

Masyarakat dapat mengecek jadwal, ketersediaan tempat duduk dan melakukan pemesanan melalui aplikasi PELNI Mobile, website resmi PELNI maupun mitra penjualan resmi.

“Teman-teman seyogyanya sudah bisa mendownload aplikasi PELNI Mobile. Di situ kita bisa melihat jadwal kapal, ketersediaan seat atau tidak tersedia seat,” jelas Sigit.

Berdasarkan press release PT PELNI (Persero) Nomor 09.28/97/PR/IX/2026 tertanggal 28 September 2026, terdapat 16 kapal penumpang PELNI yang telah dapat dipesan hingga H-60.

Kapal tersebut antara lain KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, KM Nggapulu, KM Labobar, KM Sinabung, KM Bukit Siguntang, KM Kelimutu, KM Tatamailau, KM Tilongkabila, KM Awu, KM Bukit Raya, KM Siraimau, KM Binaiya, KM Leuser, KM Sangiang dan KM Wilis.

Sigit mengatakan penerapan sistem pemesanan H-60 akan terus diperluas hingga seluruh kapal PELNI dapat dipesan lebih awal.

“Untuk saat ini di bulan September baru delapan kapal yang bisa 60 hari, tapi nanti Oktober semua kapal kita sudah bisa pemesanan 60 hari sebelum keberangkatan,” tukasnya.

NUEL