Koreri.com,Ambon — Berasal dari keluarga sederhana, dengan ayah seorang petani dan ibu seorang papalele, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Perjalanan hidupnya dari Negeri Siwang hingga memimpin Kota Ambon kini menjadi pesan inspiratif bagi generasi muda untuk terus berjuang melalui pendidikan dan kerja keras.
Lahir pada 4 Mei 1975, Bodewin tumbuh di tengah kehidupan keluarga yang jauh dari kemewahan.
Sebagai anak laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara, ia menyaksikan langsung perjuangan orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Ayahnya bekerja sebagai petani, sementara sang ibu menjalani profesi sebagai papalele, yakni pedagang kecil yang menjual berbagai kebutuhan untuk menopang ekonomi keluarga.
Kehidupan sederhana itu membentuk karakter Bodewin sejak kecil.
Ia tidak hanya berjuang untuk bersekolah, tetapi juga membantu ibunya menjual makanan ringan, es, dan kue demi menambah penghasilan keluarga.
Keterbatasan fasilitas pendidikan pun menjadi bagian dari perjalanan masa kecilnya.
Ia mengaku pernah dimarahi guru karena tidak memiliki buku cetak. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat belajar. Sebaliknya, ia tetap berprestasi dan berulang kali meraih juara kelas.
“Saya sering dimarahi di sekolah lantaran tidak punya buku cetak, tetapi saat pembagian hasil, saya selalu mendapatkan juara kelas,” kenang Bodewin saat menjadi tokoh inspiratif dalam kegiatan di SMP Negeri 4 Ambon, Kamis (8/10/2026).
Pendidikan Menjadi Jalan Menuju Masa Depan
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Bodewin melanjutkan perjuangannya dengan mengikuti seleksi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).
Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.
Dari keluarga sederhana di Siwang, ia menempuh pendidikan kedinasan yang kemudian mengantarkannya meniti karier di dunia pemerintahan hingga dipercaya menjadi Wali Kota Ambon.
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan pesan dan doa sang ibu yang terus diingatnya.
“Ingatang kerja bae-bae, mudah-mudahan besok jadi Walikota,” demikian pesan ibunya ketika Bodewin hendak menempuh pendidikan di STPDN.
Pesan sederhana itu mencerminkan harapan seorang ibu agar anaknya memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan, kerja keras, dan pengabdian.
Pesan Bodewin untuk Generasi Muda
Pengalaman hidup itulah yang kini dibagikan Bodewin kepada para pelajar.
Dihadapan siswa SMP Negeri 4 Ambon, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, karakter, sikap hormat kepada orang tua, serta kesungguhan dalam belajar.
“Kalau mau menjadi anak yang hebat, jangan melawan orang tua. Harus tekun belajar dan cerdas,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya memiliki masa depan yang lebih baik daripada kehidupan yang mereka jalani saat ini.
“Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya gagal di masa depan. Hari ini kalau ada yang bapaknya seorang petani, tidak mungkin bapaknya juga menginginkan anaknya menjadi petani. Pasti ia menginginkan anaknya sukses lebih dari dirinya,” ujar Bodewin kepada Media ini ( 10/10/2026 )
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, ketekunan, dan kesempatan memperoleh pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda.
Dari Siwang untuk Ambon
Bagi Bodewin, menjadi Wali Kota Ambon bukan berarti melupakan masa lalu.
Sebaliknya, perjalanan dari keluarga petani dan papalele menjadi pengingat tentang perjuangan orang tua serta nilai-nilai kehidupan yang membentuk dirinya.
Kisahnya memperlihatkan bahwa latar belakang keluarga bukanlah ukuran mutlak keberhasilan seseorang.
Dengan kemauan belajar, disiplin, kerja keras, dan keberanian menghadapi keterbatasan, peluang untuk mencapai cita-cita tetap terbuka.
Ungkapan yang disampaikannya dalam bahasa Melayu Ambon, “Biang hidup kasiang, jang taku,” menjadi penegasan bahwa kerasnya kehidupan tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan keberanian untuk melangkah.
Dari Siwang hingga Balai Kota Ambon, perjalanan hidup Bodewin Wattimena membawa satu pesan kuat: jangan malu dengan asal-usul, jangan menyerah pada keterbatasan, dan jadikan pendidikan sebagai jalan untuk membangun masa depan.
Sebab, mimpi besar tidak selalu lahir dari keluarga yang berkecukupan.
Terkadang, mimpi itu tumbuh dari kesederhanaan, diperkuat oleh doa orang tua, dan diwujudkan melalui perjuangan panjang yang tidak pernah berhenti.
RLS












