Jumat Curhat: Kapolda Papua Tengah Dengar Keluhan Warga Soal Narkoba-Begal

Kapolda Papua tengah Jumat Curhat
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini saat kegiatan Jumat Curhat di Masjid Al-Falah, Nabire, Jumat (23/10/2026) / Foto : Humas Polda Papua Tengah

Koreri.com, Nabire – Peredaran narkoba dan aksi pencurian dengan kekerasan atau begal menjadi keluhan masyarakat yang disampaikan langsung kepada Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini dalam kegiatan Jumat Curhat di Masjid Al-Falah, Nabire, Jumat (23/10/2026).

Menanggapi keresahan tersebut, Kapolda menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat upaya pencegahan kejahatan sekaligus mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga keamanan lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIT itu dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah.

Forum tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan keamanan yang mereka hadapi sehari-hari sekaligus menyampaikan harapan terhadap pelayanan kepolisian, khususnya persoalan peredaran narkoba dan aksi begal menjadi perhatian utama.

“Keluhan dan masukan masyarakat menjadi perhatian kami. Kami akan meningkatkan upaya pencegahan terhadap peredaran narkoba dan tindak kriminalitas jalanan, termasuk aksi begal, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Informasi dari warga sangat membantu aparat dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Sehingga, Kapolda mengajak masyarakat untuk tidak menutup mata apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba, aktivitas mencurigakan, ataupun potensi tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dengan kepolisian. Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba atau tindak kejahatan, segera sampaikan informasi kepada kami melalui saluran pengaduan resmi atau kantor kepolisian terdekat,” ujarnya.

Kapolda menekankan, kepedulian masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Namun, informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta agar dapat ditindaklanjuti secara tepat dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami seluruh jajaran Polda Papua Tengah juga akan meningkatkan kegiatan kepolisian sebagai langkah pencegahan, memperkuat kehadiran personel di tengah masyarakat, serta merespons potensi gangguan keamanan secara cepat dan tepat,” cetusnya.

Kapolda menambahkan bahwa saat ini kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui komunikasi dengan masyarakat, deteksi dini, serta peningkatan kehadiran personel di tengah warga guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Melalui kegiatan Jumat Curhat, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat, termasuk berbagai keluhan yang mungkin belum tersampaikan melalui jalur pengaduan resmi. Ini merupakan wujud komitmen Polisi Bersama Masyarakat, dimana Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga,” ungkapnya.

Melalui dialog ini, lanjut Kapolda, kepolisian dapat mengetahui kondisi yang berkembang di lapangan sekaligus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Sehingga diharapkan agar masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

“Keamanan Nabire adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian, membangun komunikasi yang terbuka, dan berani melaporkan setiap potensi gangguan keamanan. Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk menjaga Nabire tetap aman, nyaman, dan damai,” pungkasnya.

RLS