Damkar Manise Ambon Raih Juara I Genting Collaboration Summit 2026, Dukung Penurunan Stunting

IMG 20261107 165450

Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon atau Damkar Manise berhasil meraih Juara I dalam ajang Genting Collaboration Summit 2026, berkat inovasi kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Genting Collaboration Summit 2026 yang mengusung tema “Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Generasi Bebas Stunting”, berlangsung di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Prestasi ini diraih melalui konsistensi Damkar Manise dalam mengintegrasikan misi kemanusiaan dengan keterlibatan aktif dalam program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), sebuah inisiatif nasional Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Program GATI bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan anak, serta pencegahan stunting. Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengatasi fenomena fatherless atau minimnya kehadiran figur ayah dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, usai menerima penghargaan dari Menteri, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon, khususnya personel Damkar Manise.

Menurut Alfredo, melalui sinergi dengan program GATI, Damkar Manise turut mengambil bagian dalam mengatasi fenomena fatherless di Kota Ambon dan Maluku.

Ia menyebutkan, berdasarkan data BKKBN yang disampaikannya, angka fatherless di Maluku berada pada kisaran 22 hingga 22,5 persen.

“Melalui sinergi bersama program GATI, kami ingin menanggulangi fenomena fatherless di Kota Ambon. Karena itu, program ini kami laksanakan dengan menjadi ayah pengganti, seperti mengantar anak pada hari pertama sekolah maupun mendampingi mereka saat mengambil laporan pendidikan,” ujar Alfredo.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut antara lain dipengaruhi kurangnya kehadiran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, karena banyak yang harus bekerja di luar daerah dalam waktu cukup lama.

Karena itu, keterlibatan personel Damkar Manise diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan pendampingan bagi anak-anak, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat.

Alfredo menegaskan, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut menunjukkan bahwa tugas personel Damkar tidak hanya terbatas pada penanggulangan kebakaran, penyelamatan, dan evakuasi, tetapi juga dapat diperluas melalui kegiatan sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Sosok seorang ayah harus hadir secara aktif dalam pengasuhan dan pencegahan stunting demi melahirkan generasi emas Kota Ambon yang sehat, kuat, dan berkarakter,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alfredo menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat gerakan pengasuhan berkualitas berbasis keluarga.

“Dengan semangat kolaborasi yang diusung dalam Genting Collaboration Summit 2026, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Ambon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran sosialnya di tengah masyarakat. Kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas lainnya untuk bersama-sama menyukseskan program percepatan penurunan stunting demi mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045,” tutupnya.

RLS