Bulog Sorong Pastikan Peredaran Beras SPHP di PBD Terjaga Kualitas dan Keasliaannya

IMG 20261105 WA0015
Petugas Bulog Sorong Sedang Melakukan Pengawasan di Kios Adinda Jl. Jeruk , Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (5/11/2026/Foto: Suzan

Koreri.com, Sorong – Perum Bulog Kantor Cabang Sorong memastikan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang beredar di wilayah Papua Barat Daya (PBD) tetap terjaga kualitas dan keasliannya.

Pengawasan terus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan beras SPHP, termasuk praktik pengoplosan maupun pengalihan ke beras komersial.

Upaya pengawasan tersebut dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan Rumah Pangan Kita (RPK).

Selain memastikan kualitas beras, sidak juga bertujuan memantau ketersediaan dan distribusi bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng dan telur.

Di wilayah Kabupaten Sorong, Sidak menyasar sejumlah distributor yang berada di Jl. Jeruk, Jl. Tomat dan Jl. Buncis, Aimas.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas perdagangan di sejumlah distributor dan pedagang masih berjalan normal.

Salah satu pedagang di Kios Adinda, Sidiq, mengungkapkan bahwa permintaan masyarakat terhadap beras SPHP masih cukup tinggi.

Dalam satu pekan, pihaknya mampu memasok sekitar 200 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan frekuensi pengambilan langsung ke Bulog sebanyak dua kali dalam sepekan

“Untuk konsumen beras SPHP di tempat ini memang masih tinggi,” ujar Sidiq.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Sigit Baskoro, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan penyalahgunaan beras SPHP menjadi beras komersial di Kota Sorong.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).

IMG 20261105 WA0014Baskoro mengatakan Bulog secara rutin melakukan pengawasan melalui sidak ke pasar-pasar dan RPK dengan melibatkan pemerintah daerah serta Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Saat ini, Bulog Sorong memiliki sekitar 200 mitra RPK yang tersebar di dalam maupun di luar pasar.

Keberadaan mitra tersebut menjadi salah satu jalur distribusi untuk memastikan beras SPHP dapat dijangkau masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Terkait kesiapan pasokan bahan pokok menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027(Nataru), Baskoro memastikan stok pangan di wilayah Sorong dalam kondisi aman dan mencukupi.

Ditambahkan persediaan beras SPHP saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan.

Kondisi serupa juga berlaku untuk minyak goreng merek Minyakita.

IMG 20261105 WA0016Secara keseluruhan, stok beras Bulog Sorong yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah wilayah, meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, dan Tambrauw, mencapai sekitar 2.000 ton.

Sementara itu, persediaan minyak goreng Minyakita tercatat sekitar 425.000 liter.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena pasokan beras dan minyak goreng sedang dalam proses pengiriman menggunakan kapal dari luar pulau menuju Kota Sorong.

“Stok beras dan minyak goreng sangat mencukupi. Untuk wilayah Papua Barat Daya, posisi stok saat ini berada dalam zona hijau dengan kondisi persediaan yang stabil,” jelas Baskoro.

Dengan kondisi stok yang tersedia, Bulog mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan spekulasi maupun panic buying atau pembelian secara berlebihan karena ketersediaan beras dan minyak goreng dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.

ZAN