Temu Alumni Binterbusih di Mimika Dorong Konsolidasi SDM Papua

IMG 20260905 WA0006
Ketua panitia, Nenu Tabuni (tengah) saat diwawancarai di gedung Eme Neme Yauware Timika, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026)/Foto: EHO

Koreri.com, Timika – Ratusan alumni binaan Yayasan Binterbusih dari berbagai wilayah Tanah Papua berkumpul di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam Temu Alumni Binterbusih ke-5, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung 4–5 September 2026 di Gedung Eme Neme Yauware itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi diarahkan untuk memperkuat jejaring alumni dan merumuskan kontribusi sumber daya manusia (SDM) Papua bagi pembangunan daerah.

Hari pertama kegiatan diisi dengan pembukaan dan bedah buku, serta syukuran dan doa atas 50 tahun pengabdian Paul Sudiyo dalam pembinaan dan pendampingan generasi muda Papua.

Ketua Panitia Temu Alumni Binterbusih ke-5, Nenu Tabuni mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembinaan Binterbusih sekaligus memperkuat kebersamaan alumni.

1000565470 1 optimized 50 1
Direktur Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner saat memberikan keterangan pers di Eme Neme Yauware Timika, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026)/Foto: EHO

Menurut Nenu, Binterbusih selama ini memberikan kesempatan pendidikan dan pendampingan kepada generasi muda Papua tanpa membedakan asal wilayah maupun latar belakang.

“Berkumpul di sini bukan sekadar untuk temu alumni. Ada hal-hal penting yang ingin kita bangun, termasuk bagaimana ke depan kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak lainnya untuk memberikan kontribusi nyata bagi Tanah Papua,” kata Nenu.

Ia menyebut Binterbusih kini memiliki sekitar 600 alumni yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua. Para alumni telah berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, politik, dunia usaha dan sektor swasta.

Direktur Yayasan Binterbusih, Pascalis Abner, mengatakan pembinaan SDM Papua harus terus beradaptasi dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Binterbusih, kata dia, sejak awal berfokus pada pembinaan dan pendampingan generasi muda Papua, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa dan sekitarnya.

“Tujuan utama Binterbusih adalah menyiapkan kader-kader Papua yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujarnya.

Pada hari kedua, Sabtu (5/9/2026), agenda dilanjutkan dengan misa syukur serta pembahasan penguatan kepengurusan organisasi alumni di tingkat pusat dan wilayah.

Konsolidasi tersebut diharapkan memperkuat kaderisasi sekaligus menjadikan jejaring alumni sebagai kekuatan kolaboratif dalam mendorong pembangunan dan masa depan Tanah Papua.

TIM