Bupati Rettob Minta OPD Percepat Penyusunan APBD 2027, Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan

IMG 20260921 WA0071

Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat penyusunan usulan kegiatan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2027.

Hal tersebut disampaikan Rettob saat memimpin apel pagi di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (21/9/2026).

Rettob mengatakan, beberapa OPD telah mulai memasukkan usulan kegiatan untuk APBD 2027. Namun, seluruh perencanaan harus disesuaikan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

“Saya mendengar dari pimpinan OPD bahwa beberapa OPD sudah memasukkan proses-proses pengusulan kegiatan. Sekali lagi, untuk 2027 harus melaksanakan proses kegiatan dan perencanaan sesuai dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati,” kata Rettob.

Menurutnya, tahun pertama pemerintahan lebih diarahkan pada proses transisi. Sementara tahun kedua akan mulai difokuskan pada penguatan fondasi pembangunan.
Karena itu, ia meminta setiap OPD menyusun program yang benar-benar mendukung target pembangunan Kabupaten Mimika.

Rettob mencontohkan sejumlah perencanaan yang telah dilakukan pemerintah daerah, seperti pemetaan potensi kampung, branding kampung, distrik hingga berbagai potensi pembangunan lainnya.

“Kita harus seragam untuk kepentingan pembangunan. Karena itu, koordinasi, kolaborasi dan kerja sama dengan semua OPD harus dilakukan agar kita fokus pada kegiatan-kegiatan yang betul-betul menjadi target pembangunan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Rettob menegaskan, proses penyusunan usulan kegiatan tidak boleh berjalan lambat. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki waktu sekitar satu bulan sebelum rancangan APBD 2027 masuk dalam pembahasan bersama DPRK Mimika.

Ia berharap APBD 2027 dapat ditetapkan pada akhir November 2026, sehingga masih tersedia waktu untuk proses evaluasi di tingkat provinsi.

“Kita punya waktu satu bulan untuk menyusun ini. Kemudian nanti dibahas di DPRK. Saya berharap penetapan ini akan dilaksanakan pada akhir bulan November,” jelasnya.

Selain mempercepat proses perencanaan, Rettob juga menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran.

Sejumlah pos belanja yang dinilai perlu diperhatikan antara lain perjalanan dinas, pendidikan dan pelatihan (diklat), belanja makan dan minum serta kegiatan lain yang membutuhkan anggaran cukup besar.

“Biar kita tahu efisiensi harus kita lakukan. Perjalanan dinas, diklat-diklat yang tidak penting, makan minum, kegiatan-kegiatan yang terlalu banyak mengeluarkan dana, kita efisiensi,” tegasnya.

Untuk memastikan perencanaan berjalan sesuai target, Rettob mengatakan setiap usulan kegiatan OPD nantinya akan dipresentasikan di hadapan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD/PAPD), dan dapat melibatkan Bupati serta Wakil Bupati.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai rencana kegiatan, kebutuhan anggaran dan tingkat efisiensi masing-masing program.

“Saya perhatikan perencanaan ini harus kita lakukan. Nanti presentasi di depan PAPD dan juga Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya.

NUEL