Koreri.com, Timika – Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 resmi dibuka di Mimika Sports Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026) malam.
Ajang nasional ini mempertemukan tim tanggap darurat dari sektor pertambangan dan energi untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja.
Pembukaan kompetisi dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong. Sejumlah kepala daerah dari Papua Tengah serta pimpinan perusahaan pertambangan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan IFRC tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang kompetisi.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Papua Tengah, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Yang datang, selamat datang di Papua Tengah. Jangan hanya melihat kompetisinya, tetapi lihat juga betapa indahnya negeri ini yang memberikan berkat bagi semua orang,” ujar Meki.
Dia juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat Papua Tengah mendukung PTFI serta pelaksanaan IFRC agar berjalan dengan baik.
Secara khusus, Meki berpesan kepada generasi muda agar memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai kesempatan belajar, terutama mengenai kemampuan penyelamatan dan penanganan keadaan darurat.
“Untuk anak-anak, jangan pernah berpikir ini hal biasa. Saksikan dengan baik dan ambil pelajaran supaya menjadi bekal pada masa mendatang,” katanya.
Meki turut menyampaikan apresiasi kepada PTFI atas kontribusinya dalam pengembangan SDM Papua.
Dia mengungkapkan dirinya merupakan salah satu penerima beasiswa dari perusahaan tambang tersebut.
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan dan peningkatan kompetensi masyarakat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Papua untuk berkontribusi membangun Indonesia.
Sementara itu, perwakilan Ketua Pelaksana IFRC ke-8, Didik Triwibowo, mengatakan kompetisi tahun ini mengusung semangat tumbuh bersama Papua dan berkarya untuk Indonesia.
Dia menyampaikan apresiasi kepada PTFI, seluruh pihak yang terlibat, serta masyarakat Papua yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Didik menekankan pencegahan kecelakaan dan pengendalian risiko harus menjadi perhatian utama dalam industri pertambangan. Kesiapan serta kompetensi personel tanggap darurat juga menjadi faktor penting ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan jiwa.
Menurutnya, kemampuan tim penyelamat harus terus dibangun melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman di lapangan.
IFRC, kata dia, bukan sekadar ajang untuk memperebutkan medali. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi sarana bagi setiap tim untuk belajar, meningkatkan keterampilan, dan membawa pengalaman baru ke instansi masing-masing.
“Kompetensi yang dibangun menjadi kekuatan penting dalam penyelamatan. Kita harus senantiasa siap mengemban tugas keselamatan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” ujarnya.
IFRC ke-8 tahun 2026 diikuti 17 tim dari 16 perusahaan. Para peserta akan berkompetisi sekaligus berbagi pengalaman dalam meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat di lingkungan kerja.
Sedangkan, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, yang menyampaikan sambutan secara daring, mengajak seluruh peserta memperkuat jejaring, mengasah kemampuan, dan membangun kesiapsiagaan bersama.
Tony juga mengenang tujuh karyawan PTFI yang meninggal dunia akibat insiden tambang pada tahun sebelumnya. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus ditempatkan sebagai nilai fundamental dalam setiap aktivitas pertambangan.
Kemudian, Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menambahkan kompetisi ini bukan semata-mata tentang kecepatan atau perolehan skor.
IFRC menjadi wadah untuk memperkuat jejaring profesional, bertukar pengalaman, dan membangun budaya keselamatan di industri pertambangan.
Melalui penyelenggaraan IFRC ke-8 di Mimika, diharapkan kemampuan tim tanggap darurat semakin meningkat, kerja sama lintas perusahaan semakin kuat, serta kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan penyelamatan jiwa semakin tertanam di seluruh sektor industri.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun SDM unggul dari tanah Papua untuk mendukung keselamatan kerja dan pembangunan Indonesia.
HMS












