Kongres I Dewan Kesenian PBD Jadi Momentum Penguatan Seni dan Budaya Daerah

IMG 20261104 140153
Pembukaan Kongres Pertama Dewan Kesenian PBD di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong, Rabu (4/11/2026)/Foto: Suzan

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Kongres I (Pertama) Dewan Kesenian Papua Barat Daya (PBD) yang digelar di Rylich Panorama Hotel Kota Sorong, Rabu (4/11/2026)

Kongres ini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun wadah bersama bagi para seniman, komunitas seni, dan sanggar budaya untuk mengembangkan potensi kesenian daerah.

Mewakili Gubernur PBD, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) George Japsenang, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kongres tersebut karena dapat menjadi momentum pembentukan Dewan Kesenian sebagai wadah resmi bagi para pelaku seni dan budaya di daerah.

“Ini sangat baik supaya teman-teman pencinta seni dan teman-teman sanggar memiliki tempat untuk berekspresi serta menyampaikan berbagai potensi seni dan budaya kita di Provinsi Papua Barat Daya,” demikian dikatakan George usai membuka Kongres I Dewan Kesenian.

Ia berharap, melalui kongres pertama ini, Dewan Kesenian PBD dapat segera terbentuk dan menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai gagasan dari para pelaku seni.

IMG 20261104 144247
Peserta Kongres Pertama Dewan Kesenian PBD/Foto: Suzan

George menjelaskan, keberadaan Dewan Kesenian sangat penting untuk menyatukan berbagai komunitas seni yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Dengan adanya wadah tersebut, para seniman diharapkan memiliki ruang komunikasi, koordinasi, dan pengembangan kreativitas yang lebih terarah.

Berbagai bidang kesenian yang perlu mendapat perhatian, kata dia, meliputi seni tari, seni musik, seni akustik, seni ukir, serta beragam bentuk ekspresi seni dan budaya lainnya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, George menegaskan bahwa setelah Dewan Kesenian terbentuk, para pengurus dan seluruh pelaku seni diharapkan segera bekerja untuk menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Ditambahkan PBD memiliki potensi seni dan budaya yang sangat besar, seiring dengan keberagaman suku, tradisi, dan karakteristik masyarakat yang menjadi kekuatan daerah.

“Budaya harus terus dijaga, dilestarikan, bahkan dikembangkan. Potensi yang kita miliki dengan segala keberagaman di Provinsi Papua Barat Daya ini harus terus dikembangkan. Anak-anak muda juga perlu dilibatkan karena merekalah yang nantinya akan mewarisi sekaligus mengembangkan budaya kita,” tegasnya.

Selain mendorong pembentukan Dewan Kesenian, George juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memajukan sektor seni dan budaya di PBD.

IMG 20261104 123645
Wakil ketua II MRP PBD Vincentius Paulinus Baru/Foto: Suzan

Ia mengungkapkan, dalam pembahasan bersama terdapat sejumlah catatan dan masukan yang disampaikan berbagai pihak, termasuk Majelis Rakyat Papua (MRP), Dinas Pendidikan, serta Dinas Pariwisata.

Berbagai masukan tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret.

Sementara itu, Wakil ketua II MRP PBD Vincentius Paulinus Baru mendukung dan mengapresiasi Kongres pertama Dewan Kesenian

Dikatakan Kongres ini perlukan untuk pengembangan kesenian budaya daerah

“Kita berharap Kongres ini bisa berjalan dengan baik pengurus terbentuk dan perlu juga kalau memang harus dikabupaten kota lagi, maka perlu didorong sehingga ini menjadi rumah untuk pengembangan seni dan budaya karena memang hari ini kita bicara Papua identik dengan seni dan budaya tapi ruang-ruang itu masih belum terlalu nampak, “kata Barru.

Vincentius juga mengharapkan adanya kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah, maupun lembaga dan pelaku seni dapat memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk peningkatan budaya Papua melalui pertunjukan seni.

“Kolaborasi penting dengan dibentuknya lembaga ini maka kerjasama antara OPD dan lembaga kesenian, seniman, sehingga event-event ataupun ruang-ruang yang perlu ada penunjukan atau ruang ekspresi untuk seni budaya Papua ini bisa ditampilkan,” pungkas Vincentius.

ZAN