Intermediasi Lebih Baik, Pertumbuhan Kredit di Papua Tercatat 9,87 Persen

Naek Tigor Sinaga Bos BI Papua
Kepala KPw - BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga

Koreri.com, Jayapura – Seiring masih berlangsungnya pandemi Covid-19 dan adanya pembatasan aktivitas masyarakat, menyebabkan  fungsi intermediasi masih tertahan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga nasional.

Fakta ini terungkap di momen Bincang-bincang Media Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Jumat (31/7/2021).

Kepala KPw – BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga hadir dalam giat bertemakan “Peningkatan Fumgsi Intermediasi Perbankan dan Kredit Mikro Dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi” yang berlangsung secara virtual bersama sejumlah jurnalis setempat.

Pada triwulan II 2021, tercatat sebesar 11,28 persen (yoy) sedangkan pertumbuhan kredit masih bersifat terbatas atau hanya tumbuh 0,59 persen (yoy).

Namun kondisi sedikit berbeda dialami oleh Provinsi Papua dengan fungsi intermediasi yang lebih baik yaitu pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,87 persen (yoy) dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 6,83 persen (yoy).

BBM BI Papua 2Namun demikian pertumbuhan UMKM d Provinsi Papua masih terbatas yaitu 2,85 persen (yoy).

Sebelumnya, dalam menjaga stabilitas dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2021 telah menetapkan suku bunga acuan BI 7DRR tetap berada pada tingkat 3,5 persen (telah diturunkan sebanyak 100 bps dalam 1 tahun terakhir) dan terus menjalankan beberapa bauran kebijakan.

Salah satunya, mendorong intermediasi perbankan melalui penguatan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan penekanan pada perkembangan premi risiko dan dampaknya pada penetapan suku bunga kredit baru di berbagai segmen kredit.

Sebagai respon atas penetapan suku bunga acuan tersebut, Perbankan nasional ikut pula menurunkan suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) serta suku bunga Dasar Kredit (SBDK) sebagai upaya mendorong permintaan kredit dan pemulihan ekonomi.

SEO