Tokoh Pemekaran Bursel Tak Diundang, Bupati Safitri Malik Kecewa

Tokoh Hut Bursel ke 13

Koreri.com, Namrole – Bupati Safitri Malik Soulisa merasa sedih dan kecewa lantaran Bagian Sekertariat Dewan tidak mengundang satupun tokoh pemekaran kabupaten pada acara Paripurna Istimewa DPRD memperingati Hari Ulang Tahun Ke-13 Kabupaten Buru Selatan.

Tidak hanya kepada tokoh pemekaran, mantan Bupati Tagop Sudarsono Soulisa juga tidak diundang.

Kekecewaan bercampur kesedihan yang mendalam itu ia sampaikan pada akhir sambutannya pada Pariurna DPRD Peringatan HUT ke-13 Kabupaten Buru Selatan berlangsung di ruag paripurna, Rabu (21/7/2021).

Ungkap Safitri, bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai perjuangan para pahlawannya.

Ia sempat menanyakan kepada suaminya Tagop Soulisa (mantan Bupati) yang pada beberapa bulan kemarin ia gantikannya sebagai Bupati.

“Bapak diundang? Tidak diundang jawab Tagop,” bebernya.

Lanjut Safitri, jangan seperti itu, karena itu tidak baik. Sebab masyarakat Buru Selatan ada saat ini atas rahmat Allah dan dipersatukan oleh para leluhur.

“Janganlah melupakan ayat, jangan terlalu cepat melupakan kebaikan, setitik kebaikan, setitik keringat mereka. Karena kita tidak menuntut hak-hak yang bukan hak kita. Namun satu undangan saja buat satu orang yang pernah berjasa pada Kabupaten Buru Selatan,” sesalnya yang terlihat kecewa bercampur sedih.

Safitri mengisahkan pembentukan kabupaten Buru Selatan tidak segampang yang dibayangkan, dan ia menjadi saksinya.

“Ada juga pak Gerson Wakil Bupati, kita berdua saling menjunjung tinggi nilai-nilai adat kai wait,” sambungnya.

Namun ia merasa heran, sebagai orang Buru Selatan ada yang tidak menghargai itu.

“Jangan merasa seolah-olah menjadi orang hebat di kabupaten Buru Selatan. Karena tidak ada orang hebat di kabupaten ini. Bapak Nus Seleky (tokoh pemekaran) kenapa tidak diundang? Ulang tahun kabupaten, mereka tidak menuntut sesuatu yang berharga, tetapi kehadiran mereka dan duduk di tempat duduk yang istimewa ini akan menjadi kebanggaan bagi keluarga mereka,” kecam Safitri.

Ditambahkan pula, hari ini dirinya hadiri paripurna didampingi anaknya.

“Karena anak saya sangat paham dengan situasi dan kondisi saat-saat pemekaran kabupaten ini,” tegasnya.

FJL