Koreri.com, Ambon – Dalam rangka Peringatan Hari RI Tahun 2021 yang jatuh pada 5 Desember Tim Evakuasi Medis Laut Rumkital dr. FX. Suhardjo Lantamal IX transfer pengetahuan dan keterampilan Evakuasi Medis Laut (EML) kepada 96 Mahasiswa Prodi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Maluku dan 15 Personel Rumkital dr FX Suhardjo di dermaga Beaching Mako Lantamal IX Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Sabtu (4/12/2021).
Danlantamal IX Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina, M.M., M.T, menyampaikan selain kerjasama dalam bentuk transfer keterampilan, kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka peringatan Hari Armada RI.
“Jadi, disamping knowledge dan etika, skill juga harus dimiliki para tenaga kesehatan bidan maupun perawat. Mengingat kondisi geografis Maluku 92,4 persen wilayahnya merupakan laut, sehingga ilmu ini bisa bermanfaat saat penugasan ke depan,” urainya.
Diakui Danlantamal, sebagai salah satu provinsi kepulauan terluas, Maluku tidak terlepas dari aktivitas laut.
“Sehingga Lantamal IX sebagai salah satu institusi yang berperan lebih banyak di laut mempunyai kepedulian dalam hal pencegahan dan penyelamatan korban musibah di laut. Wujud kepedulian tersebut adalah memberikan bentuk praktek langsung yang memang sangat penting bagi mahasiswa keperawatan Poltekkes Kemenkes Maluku sebelum terjun di medan pengabdian di pulau-pulau terpencil,” tandasnya.
Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama Lantamal IX Ambon dan Poltekkes Kemenkes Maluku serta dukungan dari Rumkital dr FX Suhardjo.
Sebelum dilaksanakan kegiatan problem laut, terlebih dahulu para peserta diberikan penjelasan tata cara penggunaan alat safety yang benar dan beberapa teknik penyelamatan maupun evakuasi di laut.
Di awal materi Tim EML Lantamal IX Ambon juga berpesan kepada para peserta agar mengutamakan keselamatan personil maupun materil.
Goal kegiatan ini adalah ketepatan serta kecepatan dalam merespons sebuah musibah atau kecelakaan di laut.
Pada kesempatan tersebut Kapten Laut (K) Agus Wijaya selaku penanggung jawab matra laut Poltekkes Kemenkes Maluku menambahkan bahwa 96 mahasiswa juga akan dibekali pelajaran teori dan praktek EML.
Diantaranya, pertolongan korban tenggelam secara perorangan, pertolongan korban secara tim, menaikan korban dari laut ke tandu air, pengelolaan korban di perahu karet, bertahan hidup di laut dengan teknik uitemate, resusitasi jantung paru serta pernafasan buatan.
Sebelum melaksanakan materi lapangan, para mahasiswa diberikan pengenalan materi dan aturan keselamatan di laut agar semua kegiatan berjalan dgn lancar dan aman.
Dilanjutkan pemanasan/peregangan guna mencegah cidera saat pelaksanaan.
Turut Hadir dalam kegiatan Yusin Wabula (Dosen Pendamping), Letda Laut (S) Amsir Kuli (Perwira Dinas Jaga Lantamal IX) dan 15 Pelatih EML Lantamal IX.
JFL































